Thursday, 16 August 2018

Presiden Donald Trump Pecat Menteri Luar Negeri

Selasa, 13 Maret 2018 — 22:25 WIB
rump (kanan) -menurut seorang wartawan CNN yang memiliki sumber sendiri- 'mengetahui pernah disebut pandir' oleh Tillerson (kiri).

rump (kanan) -menurut seorang wartawan CNN yang memiliki sumber sendiri- 'mengetahui pernah disebut pandir' oleh Tillerson (kiri).

AMERIKA- Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, memecat Menteri Luar Negeri Rex Tillerson dan menunjuk Direktur CIA, Mike Pompeo, sebagai penggantinya.

Lewat pesan Twitter, Presiden Trump mengucapkan terima kasih kepada Tillerson dan menambahkan menteri luar negeri yang baru akan melakukan ‘tugas yang hebat’.

Presiden Trump juga mencalonkan Gina Haspel sebagai perempuan pertama yang menjabat Direktur CIA.

Seorang pejabat Gedung Putih menjelaskan kepada BBC tentang waktu pengumuman pencopotan Tillerson itu: “Presiden ingin memastikan dia memiliki tim yang baru menjelang perundingan dengan Korea Utara dan berbagai perundingan dagang yang sedang berlangsung.”
Pekan lalu Tillerson sedang dalam lawatan ke Afrika ketika dia tampaknya tidak mengetahui pengumuman Presiden Trump yang akan melakukan pertemuan dengan pemimpin Korea Utara, Kim Jong-un.

Tim diplomat AS mengatakan dia merasa tidak sehat hari Sabtu dan belakangan kementerian luar negeri mengatakan lawatannya ke Afrika diperpendek sehari.
Sekilas ‘hubungan’ Trump-Tillerson

Bukan rahasia lagi kalau Presiden Trump memiliki hubungan kerja yang tidak mudah dengan Menlu Tillerson.

Oktober tahun lalu, misalnya, Trump lewat Twitter mengkritik upaya mantan pimpinan puncak ExxonMobil untuk membuka dialog dengan Korea Utara lewat pesan “dia membuang-buang waktu berupaya berunding dengan Pria Roket Kecil itu.”

Dalam bulan itu juga, Tillerson mengelar konferensi pers di Departemen Luar Negeri untuk membantah bahwa dia mempertimbangkan diri untuk mundur.

Namun Tillerson tidak membantah laporan-laporan bahwa dia pernah menyebut Presiden Trump sebagai ‘pandir’.

Sepekan kemudian Trump secara terbuka mengatakan bahwa dia bisa mengalahkan Tillerson dalam tes kecerdasan, IQ.

Menurut laporan-laporan media, Tillerson merasa terkejut dengan yang menurutnya sebagai kesulitan yang dihadapi Presiden Trump untuk memahami kebijakan luar negeri yang mendasar sekalipun.

Sementara Trump dilaporkan merasa terganggu dengan bahasa tubuh dari menteri luar negerinya dalam rapat-rapat. Soalnya, seperti dilaporkan New York Times, Tillerson kadang suka memutar matanya atau membungkuk jika tidak setuju dengan keputusan mantan bosnya itu.

Laporan-laporan menyebutkan ada perpecahan di kalangan pemerintah Trump, antara panglima Angkatan Bersenjata dengan menteri luar negeri tentang kebijakan luar negeri Amerika Serikat menyangkut Korea Utara maupun Iran.

Tillerson -mantan pimpinan puncak perusahaan enegeri ExxonMobil- baru ditunjuk menjabat menlu sekitar satu tahun lebih.

Bulan Oktober tahun lalu, dia menggelar konferensi pers untuk membantah bahwa dia ingin mengundurkan diri menyusul laporan media tentang perselisihannya dengan Presiden Trump.

Kabar burung tentang rencana pengunduran dirinya itu dipicu oleh pesan Twitter seorang wartawan CNN di Gedung Putih yang mengatakan “bahwa Trump mengetahui Tillerson pernah menyebutnya sebagai ‘pandir’ pada musim panas ini.” (BBC)