Thursday, 21 June 2018

Saksi Kasus Teroris Ini Komunikasi dengan Telegram

Selasa, 13 Maret 2018 — 18:45 WIB
Adi Bertemu Aman

JAKARTA – Saat bertemu kakaknya, Adi Jihadi, ditugasi untuk membagikan uang 30 ribu dollar AS untuk keperluan pembelian senjata di Filipina.

Adi adalah saksi dalam sidang kasus terorisme dengan tedakwa Aman Abdurrahman alias Abu Sulaiman. Ia mengatakan perintah diberikan ketika Adi membesuk kakaknya di LP Nusakambangan. Ia diminta Rois untuk membantu pemberangkatan ikhwan ke Suriah. Di samping itu juga, Rois memberikan ATM kepada Adi Jihadi.

Setelah itu, Adi mengaku mendapatkan pesan dari Rois via telegram sekitar bulan Agustus 2015. Rois memberitahu bahwa akan ada orang yang mengirimkan uang kepada dirinya dan memintanya untuk disimpan saja.

“Saya diminta jangan banyak tanya, suruh disimpan aja uangnya,” kata Adi dalam sidang di Pengadilan Negeri Jakarta Selatab, Selasa (13/3/2018).

Selang dua hari dari pesan telegram Rois, Adi mendapatkan pesan Telegram dari orang yang dimaksud Rois. Mereka janjian di Mal Matahari Serang sekitar pukul 10.00. Namun Adi mengaku tidak mengenal orang tersebut.

“Sebelum tiba di Mal Matahari Serang itu kan saya udah kasih tau ciri-ciri saya, sama naik mobil Ertiga. Saya sebutin nomor polisinya juga. Habis situ kaca mobil saya di ketok-ketok dan dikasih bungkus kresek hitam isinya uang 30 ribu dollar. Dollar Amerika ya. Saya nggak tau siapa orangnya karena saat janjian aja dia udah dua kali ganti nama di Telegramnya,” ungkap Adi.

Uang 30.000 dollar AS itu dibagikan sesuai perintah Rois. “Tiga ribu dollar saya kirim ke Suryadi Masut untuk pembelian senjata di Filipina, 20 ribu dollar untuk Zainal Anshori, dan 7 ribu dolar sisanya dipakai untuk urusan ke Filipina,” imbuh Adi

Sebelum memberikan uang ke Zainal Anshori sesuai perintah Rois, Adi mengaku memang melihat Rois dan Zainal terlibat pembicaraan serius di ruang aula besuk LP Nusakambangan saat keduanya berbarengan membesuk.

Pada sidang sebelumnya, Zainal Anshori juga mengakui bahwa dirinya menerima uang 20 ribu Dollar Amerika untuk pembelian senjata di Filipina. Namun aksi itu merupakan misi gagal. Zainal Anshori mengembalikan uang sisa akomodasi ke Filipina lagi ke Rois. (cw3/yp)