Monday, 25 June 2018

Sejumlah Masjid Komunitas Turki di Jerman Dilempari Bom Molotov

Selasa, 13 Maret 2018 — 10:54 WIB
Masjid Komunitas Turki di Jerman dilempari Bom Molotov oleh orang tak dikenal.(Anadolu Agency)

Masjid Komunitas Turki di Jerman dilempari Bom Molotov oleh orang tak dikenal.(Anadolu Agency)

JERMAN – Masjid-masjid dan bangunan milik komunitas Turki di berbagai kota Jerman jadi sasaran penyerangan orang tidak dikenal. Saat ini, aparat keamanan Jerman tengah waspada untuk mengantisipasi potensi serangan berikutnya.

Diberitakan Reuters, Selasa (13/3/2018), serangan terjadi di masjid Turki di Berlin, Stuttgart, Ahlen, dan beberapa kota lainnya. Pada hari minggu lalu, masjid Koca Sinan di Berlin dilempari bom Molotov orang tidak dikenal. Butuh 90 menit bagi petugas untuk memadamkan api.

Pelemparan Molotov juga terjadi di masjid Turki di kota Lauffen. Pusat budaya Turki di kota Meschede dan toko sayuran milik warga Turki di Itzehoe juga dirusak. Kaca-kaca masjid di Itzehoe dilaporkan dipecahkan.

Tidak ada yang terluka dalam penyerangan ini. Polisi dikerahkan ke kota-kota tersebut untuk berjaga.

jerman

Rangkaian serangan ini terjadi menyusul aksi demonstrasi menentang penyerangan militer Turki ke wilayah Afrin, Suriah, untuk memberantas pemberontak Kurdi.

Pada Sabtu lalu, massa pro-Kurdi berdemo di Hamburg. Aksi itu berlangsung ricuh saat massa melempari Konsulat Jenderal Turki di kota tersebut dengan batu. Pada Minggu, massa pro-Kurdi bentrok dengan polisi di bandara Duesseldorf.

Atas penyerangan fasilitas komunitas Turki di Jerman, Kementerian Luar Negeri Turki menyatakan keprihatinannya. Menurut mereka, berbagai insiden tersebut dilakukan oleh kelompok yang berafiliasi dengan Partai Pekerja Kurdi (PKK), organisasi separatis di Turki.

“Serangan terhadap masjid Turki di Jerman meningkat tajam, dilakukan oleh kelompok Islamofobik dan rasialis dan juga organisasi teroris PKK. Kami berharap pelaku serangan ditangkap dan diadili, dan agar pemerintah Jerman ambil tindakan untuk mencegahnya,” ujar pernyataan Kemlu, seperti dikutip AFP. (Tri)