Saturday, 22 September 2018

Suami Sekadar Ingin Ngecek Benarkah IPE = Iki Ya Penak?

Selasa, 13 Maret 2018 — 6:44 WIB
sosorju

BANYAK terjadi, adik ipar dijadikan ajang pemuas nafsu. Sanggito, 42, dari Surabaya, ternyata mau tiru-tiru. Dia penasaran betul, apakah benar ipe (ipar) dalam bahasa Jawa itu kepanjangan kata: iki ya penak (ini enak juga). Tapi eksperimennya ini harus dibayar mahal, karena istrinya, Yuyun, 37, langsung minta cerai.

Lagi-lagi terbukti, makhluk laki-laki itu kadang-kadang kelakuannya seperti ayam kampung yang namanya jago. Setiap melihat babon mulus (perempuan cantik), otaknya langsung ngeres, bagaimana asyiknya menggauli dia. Hanya karena ada hukum agama dan negara, manusia masih bisa mengontrol syahwatnya. Jika tidak, niscaya makin banyak perkosaan dan bayi tanpa ayah.

Sanggito warga Sukolila Surabaya, ternyata termasuk lelaki jenis ayam jago bangkok. Orangnya memang langsing dan tinggi, langkahnya panjang sepanjang nafsunya. Bagaimana tak disebut demikian? Punya dua adik ipar belum laku kawin dalam usia kepala tiga, bukannya prihatin malah mau “dicobain” semuanya.

Dibanding istrinya, Yati, 34, dan Tutik, 32, memang tidak terlalu menarik. Keduanya belum ketemu jodoh. Soalnya ya itu tadi, sudah produknya sangat biasa, tanpa promosi lagi, tentu saja konsumen tak ada yang mau mampir. Dari sinilah otak ngeres Sanggito mulai dibangun. “Ketimbang tak laku, tak pakai sendiri saja kenapa.” Kata dia dalam hati.

Sanggito mulai main kasak-kusuk, mendekati Yati dan Tutik. Dia punya alasan, ketimbang belum ketemu jodoh, mendingan mencoba pengalaman spektakuler penuh sensasi bersama kakak ipar. “Wis, pokoke penak ta wis, kowe mengko ketagihan (enak deh, nanti kamu ketagihan.” Kata Sanggito tanpa malu-malu.

Tentu saja Yati-Tutik tersinggung, sehingga dia mengadu ke kakaknya, ya istri Sanggito. Tapi Yuyun tak percaya bahwa suami suka telepon merayu-rayu sekaligus melecehkan adik-adik iparnya tersebut. Alasannya, suaminya ini lelaki santun, beriman dan tak suka berpetualang dengan wanita. Punya istri satu ya sudah, tak mau bangun poros kedua atau ketiga.

Tapi lagi-lagi cerita adiknya makin mengerikan. Katanya, Mas Sanggito suka masuk kamarnya dengan alasan ini itu. Untung mereka tahu kehadirannya. Jika tidak, bisa saja diserobot paksa. Lagi-lagi Yuyun membantah, “Ah itu hanya berita hoaks jenis MCA dan Saracen. Aku takkan percaya.” Kata Yuyun begitu jumawa.

Sampailah kemudian ada fakta di depan mata yang tak terbantahkan. Ketika Yuyun pulang kantor lebih cepat, dia mendengar kedua adiknya ribut dengan Sanggito. Katanya, suami Yuyun ini mengajak Tutik begituan. Karena Tutik menolak, gantian Sanggito mengajak Yati. Ternyata semuanya menolak, sehingga keributan terjadi.

Kini Yuyun baru percaya, begitu karakter asli suaminya, seperti tak pernah dapat pendidikan Budi Pekerti saja saat di SD dulu. Tapi memang begitulah mental Sanggito, karena belum tersentuh revolusi mental Presiden Jokowi. Malu punya suami seperti itu langsung saja dia menggugat cerai ke Pengadilan Agama. Sanggito sudah ampun-ampun, tapi Yuyun tak peduli. “Aku hanya penasaran, apa betul ipe itu enak juga.” Kata Sanggito asal njeplak.

Ipar dibuat percobaan, memangnya kelinci apa? (JPNN/Gunarso TS)