Thursday, 18 October 2018

Wanita Panitera Pengganti Ini Histeris Saat Kena OTT KPK

Selasa, 13 Maret 2018 — 0:14 WIB
Gedung Merah Putih KPK, Jalan Kuningan Persada, Setiabudi, Jakarta Selatan, Jakarta. (dok)

Gedung Merah Putih KPK, Jalan Kuningan Persada, Setiabudi, Jakarta Selatan, Jakarta. (dok)

JAKARTA – Wanita panitera pengganti pada Pengadilan Negeri (PN) Tangerang, berteriak histeris setelah terjaring dalam operasi tangkap tangan (OTT) yang dilaskukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), di Gedung PN Tangerang, Banten, Senin (12/3/2018).

Hal itu diungkapkan oleh Juru Bicara Mahkamah Agung (MA), Suhadi, saat dikonfirmasi mengenai OTT KPK terhadap penegak hukum di PN Tangerang.

“Tadi ketua saya hubungi, dia sedang sidang katanya. Panitera saya tanya, dia cuma teriak-teriak histeris kemudian langsung dibawa oleh KPK,” kata Suhadi, Senin (12/3/2018) malam.

Suhadi mengungkap, panitera pengganti yang diamankan KPK itu bernama Tuti. Penyidik KPK menangkapnya di lantai atas setelah lebih dulu mengamankan pihak yang diduga pemberi suap.

“(Ditangkap) di lantai atas itu. Ditangkap yang pemberinya dulu di bawah,” ucap Suhadi.

Namun, Suhadi belum mengetahui jumlah uang yang diduga sebagai suap. Ia juga belum mengetahui identitas pihak yang diduga pemberi suap.

“Belum jelas itu karena begitu ditangkap, langsung dibawa oleh KPK. jadi enggak ada konferensi persnya di situ,” ujar Suhadi.

Disinggung apakah MA akan meminta klarifikasi langsung ke KPK soal OTT di PN Tangerang ini, Suhadi belum dapat memastikannya. “Tergantung bagaimana instruksi dari pimpinan,” pungkasnya.

Juru Bicara KPK, Febri Diansyah mengungkap, operasi senyap dilaksanakan sejak sore menjelang magrib. Hingga malam tadi sudah tujuh orang diamankan.

“Tujuh orang tersebur unsurnya hakim, panitera, dan swasta,” kata Febri, saat dikonfirmasi melalui pesan singkat, Senin (12/3/2018) malam.

Selain itu, Febri mengakui, ada sejumlah uang diamankan. Namun ia belum menyebutkan nilai totalnya karena belum dihitung seluruhnya.

“Diduga transaksi terkait dengan perkara perdata yang sedang berjalan di PN Tangerang,” imbuh Febri.

Ketujuh orang itu telah dibawa ke Gedung KPK, Jalan Kuningan Persada, Setiabudi, Jakarta Selatan, untuk menjalani pemeriksaan awal. KPK memiliki waktu maksimal 24 jam untuk menetapkan status hukum mereka. (julian/b)