Thursday, 21 June 2018

8 Terdakwa Penyelundup 1 Ton Sabu Dituntut Hukuman Mati

Rabu, 14 Maret 2018 — 21:56 WIB
Sidang penyelundup sabu 1 ton. (dok/cw6)

Sidang penyelundup sabu 1 ton. (dok/cw6)

JAKARTA – Delapan terdakwa kasus penyelundupan 1 ton sabu ke Pantai Anyer, Banten, dituntut dengan hukuman mati. Tuntutan itu dibacakan oleh Jaksa Penuntut Umum, Payaman di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Rabu (14/3/2018).

Jaksa pertama kali membacakan tuntutan terhadap tiga terdakwa warga negara Taiwan, yakni Liao Guan Yu, Chen Wei Cyuan, dan Hsu Yung Li yang berperan menjemput 1 ton sabu di Pantai Anyer, Serang, Banten. Mereka pun dituntut dengan hukuman mati.

“Menyatakan terdakwa, Liao Guan Yu, Chen Wei Cyuan, dan Hsu Yung Li telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana, melakukan perbuatan atau permufakatan jahat, untuk melakukan tindak pidana narkotika tanpa hak atau melawan hukum, menawarkan untuk dijual, menjual, membeli, menjadi perantara dalam jual beli, menukar, menyerahkan atau memberikan narkotika golongan satu, bukan tanaman Yang dimana melebihi 5 gram sebagaimana yang terdakwa diancam pidana Pasal 114 Ayat 2 juncto Pasal 132 Ayat UU RI Nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika,” ucapnya.

“Menjatuhakn pidana terhadap terdakwa Liao Guan Yu, Chen Wei Cyuan, dan Hsu Yung Li masing-masing dengan pidana mati,” sambungnya.

Selanjutnya, jaksa membacakan tuntutan terhadap lima terdakwa warga negara Taiwan lainnya, yakni Juan Jin Sheng, Sun Kuo Tai, Sun Ching Feng, Kuo Chun Yuan, dan Tsai Chih Hung yang berperan sebagai pihak yang berada dan bekerja di kapal Wanderlust. Tuntutan sama, yakni hukuman mati.

“Menjatuhkan pidana terhadap Juan Jin Sheng, Sun Kuo Tai, Sun Ching Feng, Kuo Chun Yuan, dan Tsai Chih Hung, masing-masing dengan pidana mati,” kata jaksa Payaman.

Hakim Ketua Effendi Muchtar sempat menyuruh seorang translator mandarin untuk menguraikan perihal tuntutan hukuman mati yang diberikan oleh jaksa.

Namun, pantauan Poskotanews.com di lokasi, usai dibacakan tuntutan, tak tampak raut wajah menyesal dari delapan terdakwa.

Sidang tersebut akan kembali dilanjutkan pada Kamis (29/3/2018) dengan agenda pembacaan pleidoi atau nota pembelaan dari pihak terdakwa. (cw6)