Wednesday, 26 September 2018

‘Anak Pasar’ Ini Dipercaya Kelola Perpakiran

Rabu, 14 Maret 2018 — 1:45 WIB
Irfan Januar, pengelola parkir di beberapa pasar milik PD Pasar Jaya.(Ifand)

Irfan Januar, pengelola parkir di beberapa pasar milik PD Pasar Jaya.(Ifand)

KERASNYA hidup di pasar dirasakan Irfan Januar sebelum ia sukses mengelola parkir di beberapa pasar milik PD Pasar Jaya. Lika-liku kehidupan di pusat perbelanjaan tradisional tersebut dijalani hingga tidak jarang ia harus tidur di tempat tersebut.

Pria 34 tahun ini, hingga sekarang tengah mengurus beberapa lahan parkir pasar, agar semakin tertata dengan baik dan nyaman bagi pengunjung. “Alhamdulillah PD Pasar Jaya memberikan kepercayaan kepada saya, menata lahan parkir yang ada di pasar,” katanya, Selasa (13/3).

Menurut Irfan, kepercayaan yang diberikan oleh salah satu BUMD tidaklah mudah. Pasalnya, upaya untuk bisa menangani perparkiran di pasar-pasar itu sudah dilakukannya sejak tahun 2010 silam. “Bisa dibilang pekerjaan yang saya ambil ini sudah mendarah daging, karena sebelumnya orangtua saya juga besar di pasar,” ujarnya.

Irfan menyebut, banyak pelajaran yang harus dikumpulkan sebelum ia dipercaya mengurus parkir di pasar. Mulai dari tidur di pasar, ikut bergaul dengan seluruh pekerja dan pedagang pasar harus dijalaninya. “Jadi dari dulu ya memang saya besar di pasar, makanya sebutan saya anak pasar,” imbuhnya.

Dari perjuangannya itu, lanjut sarjana psikologi ini, ia akhirnya semakin paham dengan kerasnya kehidupan pasar. Berbagai cara dilakukan didalam pasar demi mendapatkan sesuap nasi agar bisa terus hidup. “Berbekal pengalaman didalam pasar itulah, akhirnya saya memberanikan diri untuk terjun mengelola parkiran yang ada,” tuturnya.

PENUH TANTANGAN

Irfan menyebut, banyak tantangan yang harus dihadapinya supaya parkiran di pasar yang aman. Pasalnya, anggapan pasar ada premannya, memang benar ada dan itu dinilainya sebagai tantangan terbesar. “Intinya kalau kita memanusiakan mereka, pastinya kita juga akan di manusia kan. Prinsip itulah yang terus saya pakai untuk merangkul mereka,” ungkap pria 34 tahun ini.

Dari upaya merangkul itulah, beberapa lahan parkir pasar bisa ia kelola dengan baik. Sebut saja, pasar Enjo, Pasar Cijantung, Pasar Kramatjati, hingga pasar Duren Sawit, yang saat ini sistem perparkirannya dikelola perusahaan yang ia pimpin. “Sebelumnya ada beberapa pasar, namun karena kebijakan gubernur sebelumnya yang meminta parkir dikelola Dinas Perhubungan, akhirnya terlepas,” jelas Irfan.

SISTEM PARKIR MODERN

Agar semakin tertata, kata Irvan, pihaknya pun memberikan banyak perubahan pada sistem parkir di pasar yang ia kelola. Dengan memasang sistem palang pintu, ia berupaya merubah pemasangan di pasar tradisional itu. “Kami mengubah parkir tradisional menjadi modern, sehingga teknologi di pasar tidak kalah dengan di mall,” paparnya.

Sistem kartu elektronik pun, sambung bapak dua anak ini, ia terapkan di beberapa pasar yang ada. Sehingga sistem pembayaran yang selama ini digunakan di era milenium tersebut bisa juga digunakan untuk membayar parkir di pasar. “Upaya itu untuk terus mengikuti perkembangan zaman yang menggunakan kartu dan tak perlu lagi menggunakan uang tunai,” imbuhnya.

Inovasi yang saat ini tengah diuji coba, kata Irvan, adalah teknologi baru tanpa pencet tombol kendaraan bisa mendeteksi kendaraan masuk (long range system). Dengan teknologi itu, ia pun berharap bisa mengalahkan perusahaan parkir yang selama ini ada di Indonesia. “Harapannya bisa mengalahkan perusahaan parkir di Indonesia, dan go internasional. Apalagi perusahaan yang ada saat ini bukan asli Indonesia,” tegasnya.(ifand/ruh)

Teks foto :

Irfan Januar, pengelola parkir di beberapa pasar milik PD Pasar Jaya.(Ifand)