Monday, 10 December 2018

Beli Aplikasi Rp150 Ribu Sindikat ini Raup Jutaan

Rabu, 14 Maret 2018 — 22:01 WIB
Barang bukti penipuan dengan modus antar barang. (yendhi)

Barang bukti penipuan dengan modus antar barang. (yendhi)

JAKARTA -Bermodal aplikasi ojek online seharga Rp150 ribu yang dibeli melalui media sosial, sindikat penipu bermodus antar barang meraup uang jutaan rupiah. Pelaku menggelapkan handphone milik pelanggan salah satu perusahaan jasa jual beli online.

Kapolres Metro Jakarta Barat, Kombes Hengki Haryadi mengatakan dua pelaku ditangkap anggota Satreskrim Polsek Metro Tamansari di dua lokasi berbeda hari ini, Rabu (14/3/2018). Dua tersangka Firmasyah dan Ibnu Sahala, ditangkap berdasarkan laporan pemilik salah satu toko di Lokasari, Blok A, Tamansari, Jakarta Barat. Dia mengaku mendapat komplain satu perusahaan jasa jual beli online rekanannya bahwa barang pesanan tidak sampai ke pembeli.

Sedangkan korban telah mengirimkan sesuai pesanan ke alamat pembeli melalui kurir salah satu ojek online. Barang yang dipesan berupa handphone dengan harga jutaan rupiah dan telah tiga kali melakukan pengiriman.

“Saat dilakukan pengecekan, ternyata handphone telah diambil oleh tersangka Firmansyah yang berkedok sebagai pengendara ojek online,” kata Hengki dalam keterangannya, Rabu (14/3/2018).

Tidak ingin peristiwa terulang dan ada korban lainnya lagi, korban membuat selebaran bergambar foto pelaku dengan diberi tulisan sebagai pelaku penipuan kemudian disebar di Pusat Perbelanjaan Lokasari.

Berbekal selebaran, Rabu (14/3) pagi satu karyawan korban, Muh Abu Hafit, melihat pelaku mondar-mandir mirip dengan foto. Orang itu ditangkap dan diserahkan ke Polsek Metro Tamansari. “Saat dilakukan interogasi, pelaku mengakui perbuatannya dan sudah tiga kali melakukan penipuan di toko milik korban FW serta dibeberapa toko lainnya,” kata Hengki.

Tim yang dipimpin Kanit Reskrim Polsek Metro Tamansari Kompol Bintoro kembali menangkap tersangka Ibnu Sahala di kawasan Jelambar, Grogol Petamburan, Jakarta Barat.

Kapolsek Metro Tamansari, AKBP Erick Frendiz, mengatakan pelaku melakukan penipuan dengan menyamar sebagai pengemudi ojek online dimana aplikasinya dibeli dari Facebook seharga Rp 150 ribu.

“Kegiatan ini sudah dilakukan pelaku selama 1 bulan dengan tempat yang berbeda beda. Bahkan pelaku sudah lupa berapa kali karena sudah sering dilakukannya,” kata Erick.(Yendhi/us)