Wednesday, 26 September 2018

Dipecat, Rex Tillerson Wanti-Wanti Soal Aksi dan Perilaku Bermasalah Rusia

Rabu, 14 Maret 2018 — 12:59 WIB
Mantan Menteri Luar Negeri AS Rex Tillerson. (reuters)

Mantan Menteri Luar Negeri AS Rex Tillerson. (reuters)

AMERIKA SERIKAT – Sebelum resmi meninggalkan kantor Departemen Luar Negeri AS, Rex Tillerson yang dipecat dari jabatannya sebagai menteri luar negeri oleh Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mewanti-wanti soal “aksi dan perilaku bermasalah Rusia”.

Kepada para wartawan di kantor Departemen Luar Negeri AS, Tillerson sama sekali tidak mengucapkan terima kasih kepada Trump atau menyanjung kebijakan-kebijakannya.

Alih-alih, dia mengatakan upaya telah dilakukan untuk menjalin hubungan yang lebih baik dengan Cina sekaligus membuat Korea Utara patuh pada sanksi terkait program nuklir.

Namun, menurutnya, “Banyak pekerjaan untuk merespons aksi dan perilaku bermasalah pemerintah Rusia.”

“Rusia harus meninjau secara hati-hati bagaimana aksinya sesuai dengan kepentingan rakyat Rusia dan dunia secara luas. Melanjutkan pada jalur yang ditempuh saat ini kemungkinan akan berujung pada semakin terisolasinya mereka, situasi yang tidak diminati siapapun,” lanjut Tillerson.

Mantan orang nomor satu di ExxonMobil itu mengaku telah berbincang dengan Presiden Trump untuk memastikan kejelasan pada masa mendatang.

Meski Tillerson baru meninggalkan pekerjaannya pada 31 Maret, Wakil Menlu John Sullivan akan mengambil alih tugas-tugasnya sampai menlu baru dilantik.

“Yang terpenting adalah memastikan transisi mulus dan teratur pada saat negara ini menghadapi tantangan keamanan nasional dan kebijakan yang signifikan,” ujarnya.

Secara terpisah, Trump mengatakan ketidaksepakatannya dengan Tillerson menyangkut “beragam hal”.

“Jika Anda lihat kesepakatan Iran, saya pikir itu hal yang buruk. Saya kira dia pikir itu OK,” ujar Trump.

“Dengan Mike, Mike Pompeo, kami punya proses pemikiran yang sangat mirip. Saya pikir ini akan berjalan sangat baik,” lanjutnya.(tri)