Tuesday, 18 December 2018

Dituntut Hukuman Mati, Terdakwa 21 Tahun Ini Tak Menyesal

Rabu, 14 Maret 2018 — 22:32 WIB
Chen Wei Cyuan (paling kiri). (cw6)

Chen Wei Cyuan (paling kiri). (cw6)

JAKARTA – Delapan terdakwa kasus penyelundupan 1 ton sabu ke Pantai Anyer, Banten, dituntut dengan hukuman mati. Salah satu terdakwa, Chen Wei Cyuan mengaku tidak menyesal.

Di antara delapan terdakwa, Chen yang paling muda. Umurnya masih 22 tahun.

Kepada Poskotanews.com, melalui seorang translator Bahasa Mandarin yang mendampingi delapan terdakwa, Chen mengatakan pasrah dengan tuntutan yang diberikan jaksa kepadanya.

“Apa yang terjadi ya terjadilah, saya pasrah, jika hukuman mati, ya mau diapakan lagi,” ucapnya di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Rabu (14/3/2018).

menurut warga Taiwan ini, keluarga sudah mengetahui kasus yang menjeratnya di Jakarta melalui media massa. Ia tak mau menjawab saat ditanya keluarga akan mengajukan upaya hukum. Chen mengaku baru kali ini terjerat permasalahan hukum. Meski begitu, Chen mengaku tak menyesal.

“Tidak ada rasa penyesalan, jangan tanya lagi!” katanya dengan nada tinggi.

Chen dan tujuh terdakwa kasus penyelundupan 1 ton sabu ke Pantai Anyer, Banten, dituntut dengan hukuman mati. Tuntutan itu dibacakan oleh Jaksa Penuntut Umum, Payaman di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Rabu (14/3/2018).

Jaksa pertama kali membacakan tuntutan terhadap tiga terdakwa warga negara Taiwan, yakni Liao Guan Yu, Chen Wei Cyuan, dan Hsu Yung Li yang berperan menjemput 1 ton sabu di Pantai Anyer, Serang, Banten. Mereka pun dituntut dengan hukuman mati.

Selanjutnya, jaksa membacakan tuntutan terhadap lima terdakwa warga negara Taiwan lainnya, yakni Juan Jin Sheng, Sun Kuo Tai, Sun Ching Feng, Kuo Chun Yuan, dan Tsai Chih Hung yang berperan sebagai pihak yang berada dan bekerja di kapal Wanderlust. Tuntutan sama, yakni hukuman mati.

Hakim Ketua Effendi Muchtar sempat menyuruh seorang translator mandarin untuk menguraikan perihal tuntutan hukuman mati yang diberikan oleh jaksa.

Sidang akan kembali dilanjutkan pada Kamis (29/3/2018) dengan agenda pembacaan pleidoi atau nota pembelaan dari pihak terdakwa. (cw6/yp)