Sunday, 24 June 2018

Kemnaker: Produktifitas Pekerja Indonesia Tertinggal

Rabu, 14 Maret 2018 — 7:22 WIB
ilustrasi

ilustrasi

JAKARTA – Kementerian Tenaga Kerja (Kemnaker) mengungkapkan produktifitas tenaga kerja Indonesia masih ketinggalan dibanding kelompok negara-negara Asean dan Asia anggota Asian Productivity Organization (APO).

“Produktivitas tenaga kerja di Indonesia terus mengalami peningkatan dari waktu ke waktu. Namun, masih diperlukan berbagai inovasi agar produktivitas Indonesia dapat berkembang lebih cepat dan masif dibanding negara sesama anggota APO,” ujar Sesditjen Pembinaan Pelatihan & Produktivitas (Binalattas) Kemnaker, Kunjung Masehat, di Jakarta.

Data APO menyebut pada 2015, produktivitas per pekerja Indonesia mencapai US$ 24,3 ribu atau dua kali lipat lebih tinggi dibanding produktivitas pada 1990. Artinya, selama 25 tahun produktivitas Indonesia hanya tumbuh 3,1 persen/ tahun. Sementara itu data The Conference Board dalam Total Economy Database mencatat produktivitas per pekerja Indonesia pada 2017 telah menembus US$ 24,6 ribu.

Saat ini produktivitas per pekerja Indonesia pada urutan ke-11 dari 20 negara anggota APO. Di tingkat ASEAN, produktivitas per pekerja Indonesia berada pada urutan ke-4.

Sementara dari sisi daya saing, Indonesia pada posisi ke-36 diantara 137 negara sedangkan tingkat ASEAN, Indonesia pada posisi ke-4 diantara 9 negara ASEAN seperti dicatat The Global Competitiveness Report 2017-2018.
(rinaldi/sir)