Sunday, 24 June 2018

Kepala Cabang BPD Jatim Resmi jadi Tersangka

Rabu, 14 Maret 2018 — 23:43 WIB
Sarjono Turin

Sarjono Turin

JAKARTA – Kepala Cabang dan Analis Kredit Bank BPD Jatim di Jalan Wolter Monginsidi, Jakarta Selatan ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan pembobolan bank milik Pemprov Jatim sebesar Rp72, 832 miliar.

Kedua pajabat Bank BPD milik Pemprov Jatim, adalah AY, Kepala Cabang BPD Jarim dan Analis Kredit Bank BPD Jatim Cabang Wolter Monginsidi, berinisial Rp. .

“Benar, Sprindik-nya sudah saya tandatangani,” kata Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) DKI Jakarta Tony Spontana saat dihubungi, di Jakarta, Rabu (14/3).

Tony menjelaskan pula bersama dua pengurus Bank BPD Jatim Cabang Wolter Monginsidi, ditetapkan pula tiga koordinator dari pemohon kredit sebagai tersangka.

Aspidsus Sarjono Turin yang mendampingi Tony Spontana, menerangkan ketiga koordinator yang ditetapkan tersangka, adalah Ng, HN dan HS.

Mereka juga bersama dua tersangka lainnya, dijerat dengan tindak pidana pencucian uang selain tindak pidana korupsi.

DICEGAH

“Sudah ditetapkan tiga-tiganya , tapi belum kita lakukan penahanan,” terang Turin yamg sebentar lagi dilantik sebagai Koordinator Pidana Khusus, di Gedung Bundar, Kejagung.

Namun, Turin membenarkan terhadap tiga tersangka sudah diajukan permohonan untuk diajukan pencegahan berpergian ke luar negeri. “Langkah ini, agar mereka tidak melarikan diri ke luar negeri,” ucapnya.

Dia mengingatkan kasus ini akan dikembangkan terus guna menjerata oara pihak yang diuntungkan oleh perbutan lima tersangka.

Kasus pembobolan Bank BPD Jatim, yang terjadi sekitar Juli 2012 – Agustus 2013 dilakukan dengan memanipulasi nama debitur alias dijebol rame-rame.

Modusnya, lima orang koordinator mengajukan 172 orang debitur untuk permohonan Kredit Usaha Rakyat (KUR) dengan plafon setiap debitur dialokasikan kredit sebesar Rp500 juta

Guna mengesankan permohonan itu benar, maka koordinator mengasuransikan kredit kepada PF Jamkrindo. Namun, kedoknya terbuka setelah pembayatan asuransi pada bulan kedua dan seterusnya tidak dibayar. Mereka kabur antah berantah. Akibatya, bank ini bobol Rp72, 832 miliar. (ahi)