Wednesday, 26 September 2018

Lansia Demensia Nyasar di Jakarta Diselamatkan Petugas

Rabu, 14 Maret 2018 — 8:28 WIB
Nenek Ijah diantar petugas Dinsos ke rumah keluarganya.(Dinsos DKI)

Nenek Ijah diantar petugas Dinsos ke rumah keluarganya.(Dinsos DKI)

JAKARTA –  Ijah (78), nenek penderita demensia asal Bintara Jaya, Bekasi Barat, Jawa Barat nyasar ke Jakarta. Untungnya, wanita paruh baya itu berhasil diselamatkan oleh petugas di Kecamatan Cakung, Jakarta Timur, Selasa (13/3/2018).

Satuan Pelaksana Sosial Kecamatan Cakung, Jakarta Timur, Zubaedah menyampaikan, warga sekitar melihat Ijah tampak kebingungan berjalan sendirian di kawasan Pulo Gebang. Warga pun mencoba mengajaknya berbicara dan menanyakan alamat rumah.

“Tapi jawabannya tidak jelas dan ngaco. Kemudian warga mengantarnya ke Kantor Camat Cakung. Kami pun segera menindaklanjuti laporan warga itu,” kata Zubaedah melalui keterangan tertulis kepada Poskotanews.com.

Zubaedah melanjutkan, pihaknya melakukan asesmen untuk mengetahui kondisi Ijah dan asal-muasalnya. Namun, ijah tak bisa  menjelaskan di mana rumahnya.

Namun, di lehernya ada name tag yang menyebutkan nama anak dan alamat rumah Ijah tapi tidak menyertakan nomor telepon.

Karena itu, agar Ijah bertemu dengan keluarganya, pihaknya membuat info orang hilang yang telah ditemukan, salah satunya menghubungi salah satu radio swasta.

“Tidak lama kemudian sekitar sejam kemudian ada tetangga Nenek Ijah yang mendengar dan menghubungi radio itu,” ujar Zubaedah.

Akhirnya Zubaedah mendapatkan kontak keluarga Ijah. Kemudian pihaknya mengantarkan Ijah ke rumahnya yang berada di Kampung Setu RT 006/01 Kelurahan Bintara Jaya, Bekasi Barat, Jawa Barat.

Ternyata sudah tiga kali Ijah hilang dan meninggalkan rumah. Sebelumnya pernah ditemukan oleh Dinas Sosial Kota Bekasi, lalu pernah juga diantar oleh petugas P3S Suku Dinas Sosial Jakarta Timur dan yang terakhir diantar oleh Satuan Pelaksana Sosial Kecamatan Cakung.

“Kami mengharapkan kepada warga yang mempunyai lansia demensia untuk lebih ekstra dalam menjaga lansia. Selain itu bisa dengan menulis alamat dan kontak yang bisa dihubungi di pakaiannya, di kalungnya atau gelang,” kata Zubaedah. (Cw6/tri)