Saturday, 23 June 2018

MUI Minta Penetapan Awal Puasa Tidak Jadi Polemik

Rabu, 14 Maret 2018 — 23:23 WIB
Ilustrasi

Ilustrasi

JAKARTA – MUI (Majelis Ulama Indonesia) meminta umat Islam keputusan Pimpinan Pusat Muhammadiyah mengumumkan awal Ramadhan, termasuk awal Syawal 1439 Hijirah tidak jadi polemik.

“Tetapi itu harus dijadikan sebagai proses pendewasaan diri dalam menerima perbedaan pendapat,” kata Wakil Ketua Umum MUI Zainut Tauhid Sa’adi di Jakarta, Rabu (14/3).4 1

Seperti diketahui, PP Muhammadiyah telah menetapkan awal puasa atau 1 Ramadhan 1439 Hijriyah jatuh pada Kamis, 17 Mei 2018. Itu berdasarkan keputusan Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah.

Sementara Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) akan melakukan sistem rukyah terlebih dahulu bersamaan Sidang Isbat yang digelar Kementerian Agama untuk menentukan awal puasa.

Zainut menambahkan MUI menghormati keputusan Pimpinan Pusat Muhammadiyah yang sudah mengumumkan penetapan 1 Ramadhan dan 1 Syawal, karena sesuai dengan methoda ijtihad yang melalui pendekatan hisab (perhitungan bulan).

Selain itu, lanjut Zainut, MUI juga menghormati Ormas (Organisasi Kemasyarakatan) Islam lainnya yang belum menetapkan karena menggunakan pendekatan penetapan hilalnya melalui ru’yatul hilal (melihat bulan).

Zainut juga berharap untuk saling menghormati apabila terjadi perbedaan dalam penetapan awal Ramadhan dan juga Idul Fitri 1439 Hijirah. (Johara/b)