Saturday, 23 June 2018

Parah! Jalan Raya Bekasi Arah Pulogadung, Sempit, Rusak dan Banyak Truk

Rabu, 14 Maret 2018 — 13:07 WIB
Jalan Raya Bekasi.(cw1)

Jalan Raya Bekasi.(cw1)

JAKARTA – Kondisi Jalan Raya Bekasi arah Pulo Gadung maupun arah Bekasi saat ini mengkhawatirkan. Hal tersebut diakibatkan karena adanya penyempitan jalan akibat dari pembangunan jalan tol layang di tengah Jalan Raya Bekasi.

Tol yang dimaksud itu ialah Proyek tol Semanan – Sunter – Pulogebang, dengan seksi pertamanya dimulai dari Kelapa Gading sampai Pulo Gebang.

Dari pantauan poskotanews.com, imbas dari penyempitan jalan tersebut, antrian kendaraan yang melintas di Jalan Raya Bekasi, Cakung, Jakarta Timur, tidak dapat dihindarkan.

Dari arah Bekasi menuju ke Pulogadung, antrian kendaraan sudah terlihat sesak dimulai dari Mal Grand Cakung sampai ke PT. United Tractors di mana keadaan jalan yang menyempit karena efek dari pembangunan tol layang yang konstruksinya ada di tengah jalan tersebut.

Mobil pribadi dan sepeda motor yang akan melewati jalan tersebut harus bersabar bergantian agar bisa masuk di jalan yang menyempit tersebut.

Tidak hanya mobil pribadi dan sepeda motor yang melewati jalan ini, tapi Jalan Raya Bekasi ini juga banyak dilalui oleh truk-truk besar maupun truk kontainer yang keluar dari kawasan industri yang banyak terdapat di daerah cakung dan pulogadung ini.

Akibatnya, perjalanan semakin terasa lama karena selain harus bergantian untuk memasuki jalan yang menyempit, juga kecepatan kendaraan berkurang karena banyak kendaraan besar yang melintas.

Jalan Raya Bekasi rusak parah 1-cw1

Selain itu, kondisi dari jalan yang menyempit itu juga diperparah karena banyaknya jalanan yang rusak. Kerusakannya pun beragam dari mulai di beberapa bagian ada yang bolong, genangan air, keadaan jalan yang retak, penuh dengan batu-batu seperti puing, bahkan beberapa trotoar pun beralih fungsi menjadi jalan untuk sepeda motor karena efek dari sempitnya jalan itu sendiri.

Bahkan Bus Transjakarta yang melayani rute Harapan Indah sampai Pulo Gadung yang melewati Jalan Raya Bekasi harus ikut bersabar untuk berjalan di jalan tersebut. Padahal, Transjakarta sendiri salah satu misinya mengurangi kemacetan. Dengan keadaan tersebut, maka Bus Transjakarta tidak bisa berbuat banyak dan harus mengikuti antrian bersama kendaraan lain.

Salah satu pengemudi motor bernama Boren mengatakan, bahwa jalan tersebut keadaannya parah dari efek pembangunan tol tersebut sejak Desember 2017.

“Jalannya menyempit, rusak, ditambah truk-truk kontainer jadi terhambat jalannya. Frekuensi kendaraan sih sama aja. Cuma karena menyempit jadinya makin parah, ga ada pembangunan ini aja udah macet.” ujarnya, Rabu (14/3/2018), di Jalan Raya Bekasi.

(cw1/sir)