Sunday, 24 June 2018

Penuhi Panggailan Komnas HAM, Novel Tetap Minta Jokowi Bentuk TGFF

Rabu, 14 Maret 2018 — 9:14 WIB
enyidik KPK Novel Baswedan saat memenuhi panggilan Komnas HAM, Selasa (13/3/2018). (Rihadin)

enyidik KPK Novel Baswedan saat memenuhi panggilan Komnas HAM, Selasa (13/3/2018). (Rihadin)

JAKARTA – Novel Baswedan tetap meminta Presiden Joko Widodo membentuk Tim Gabungan Pencari Fakta (TGFF), meskipun Komnas HAM sudah membentuk tim pemantau kasus penyerangan terhadap dirinya.

“Walaupun sudah ada proses tim bentukan dari Komnas HAM melalui paripurna,  Komnas HAM tidak meminta persetujuan kami, tidak menghentikan tuntutan kepada Presiden Joko Widodo untuk membentuk TGPF,” kata kuasa hukum Novel dari LBH Jakarta, Alghiffari Aqsa di Komnas HAM, Jakarta, Selasa  (13/3/2018).

Alghiffari tetap mengapresiasi langkah Komnas HAM membentuk Tim Pengawas pengungkapan kasus Novel. Dia juga berharap, Komnas HAM bisa membantu menemukan fakta baru dari kasus yang sudah 11 bulan tak kunjung terungkap.

Alghiffari menilai, Komnas HAM memiliki tugas dan wewenang yang berbeda dengan TGPF. Sehingga peran TGPF tetap diperlukan untuk mengungkap kasus ini.

“Karena Komnas HAM punya mandat sendiri dan basis hukum sendiri. Dia (Novel) sebagai penyidik KPK yang juga punya hak atas rasa aman dan peradilan,” ujarnya.

Alghiffari menjelaskan, pihaknya ingin TPGF yang dibentuk nanti bisa menemukan fakta-fakta baru dan mengungkap dalang serta pelaku penyiraman air keras terhadap Novel.

“TGPF, kami menginginkan agar ada fakta-fakta informasi yang lebih detail mengenai siapa pelaku sehingga bisa dibawa ke ranah pengadilan,” ujarnya.(Tri)