Saturday, 15 December 2018

Diedarkan Pasutri

Polres Metro Jakarta Barat Gagalkan Peredaran Narkoba Jenis Baru ‘Pentilon’

Rabu, 14 Maret 2018 — 13:38 WIB
Kapolres Metro Jakarta Barat Kombes Hengki Haryadi menunjukkan narkoba jenis baru di kantornya, Rabu (14/3/2018).(yendhi)

Kapolres Metro Jakarta Barat Kombes Hengki Haryadi menunjukkan narkoba jenis baru di kantornya, Rabu (14/3/2018).(yendhi)

JAKARTA –  Satuan Reserse Narkoba Polres Metro Jakarta Barat menggagalkan peredaran narkoba jenis baru bernama Pentilon yang diedarkan oleh pasangan suami istri (pasutri).

Peredaran narkoba golongan satu  tersebut dikendalikan oleh seorang narapidana dari Lembaga Pemasyarakatan Tangerang.

Dari tangan pasutri ini polisi mengamankan barang bukti narkoba jenis Pentilon sebanyak 40 kapsul dan sabu seberat 81,69 gram.

Pentilon sendiri merupakan narkotika jenis baru yang telah diatur dalam Peraturan Kementerian Kesehatan Nomor 58 tahun 2017 tentang Golongan Narkoba dan baru pertama kali ini ditemukan peredarannya.

“Pertama kami menangkap tiga orang kemudian dikembangkan lagi berhasil menyita 300 gram sabu. Saat di kembangkan lagi ternyata ada di satu istri salah satu pengedar kita sita lagi barang bukti pentilon. Ini merupakan jenis baru masuk dalam Permenkes nomor 58 tahun 2017 ini masuk dalam gol narkotika jenis baru mungkin baru kami yang bisa mengungkap,” kata Kapolres Metro Jakarta Barat Kombes Hengki Haryadi di kantornya, Rabu (14/3/2018).

pantilon

Dijelaskan Hengki, semula pada Jumat (9/3/2018) dilakukan penangkapan terhadap Yudi Yuswandi (40) dan Tarmizi Sulaeman (40) dikawasan Tamansari, Jakarta Barat saat bertransaksi narkoba. Berdasarkan keterangannya, sabu didapat dari tersangka Rinaldy (35).

Petugas kemudian menangkap Rinaldy dikawasan Petojo Utara, Jakarta Pusat dan berhasil mengamankan barang bukti tiga paket sabu seberat 300 gram.

Saat dilakukan pengembangan polisi kembali menangkap Novi (28) istri dari tersangka Yudi Yuswandi di kawasan Jalan Kayu Manis, Matraman, Jakarta Timur dan mengamankan barang bukti narkotika jenis baru Pentilon sebanyak 40 kapsul.

“Ini jadi kewaspadaan kita karena ada jenis baru dan ditemukan di Jakarta Barat. Satu orang tersangka residivis kasus yang sama,” kata Hengki.

Kasat Narkoba Polres Metro Jakarta Barat, AKBP Suhermanto, mengatakan  jaringan ini dikendalikan oleh salah satu narapidana dari dalam lembaga pemasyarakatan Tangerang. “Para tersangka merupakan kurir dan bandar jaringan lapas yang dikendalikan napi,” kata Suhermanto.

Tersangka Yudi Yuswandi dan Novi disebut telah mengedarkan barang haram tersebut selama dua tahun dan sekali melakukan pengiriman mendapat upah Rp 500 ribu.

Novi disebut sangat tahu pekerjaan sang suami bahkan sudah mempunyai kesepakatan jika Yudi tidak mengangkat telefon berarti telah ditangkap polisi.

“Saat itu karena istrinya telfon suaminya nggak diangkat berarti ketangkap. Nah sisa barang bukti pentilon ini yang ada dirumahnya sisa penjualan disimpan di kamar keponakannya yang masih dibawah umur dan dimasukkan dalam lemari dibawah baju tanpa sepengetahuan keponakannya,” kata Suhermanto.

Dari sang bandar, Pentilon sendiri disebut semula sebanyak 300 kapsul dan baru beberapa kali di keluarkan dan diedarkan dikawasan Jakarta. Satu kapsul pentilon dihargai Rp 500 ribu. “Ini bisa langsung ditelan atau dimasukkan keminuman kemasan apapun,” tegas Suhermanto.

Para tersangka di kenakan Pasal 114 ayat (2) subsider 112 ayat (2) juncto 132  ayat (1) UURI nomor 35 tahun 2009, Permenkes Nomor 58 tahun 2017 tentang Narkotika dan Perubahan Golongan Narkotika ancaman hukuman 20 tahun. (Yendhi/tri)