Tuesday, 22 May 2018

Puluhan Kaki-5 di kawasan JIEP Dibongkar

Rabu, 14 Maret 2018 — 11:43 WIB
Penertiban pedagang kali-5 di kawasan Industri Pulogadung. (ifand/ist)

Penertiban pedagang kali-5 di kawasan Industri Pulogadung. (ifand/ist)

JAKARTA – Puluhan pedagang kaki-5 yang biasa berjualan di kawasan Industri Pulogadung, Jakarta Timur, ditertibkan, Rabu (14/3/2018). Sedikitnya, empat titik lokasi yang selama ini dijadikan lapak berjualan dibongkar petugas gabungan.

Pembongkaran itu sendiri sebagai upaya penataan PT Jakarta Industrial Estate (JIEP) untuk menjadi kawasan tersebut asri dan tertib. Dimana titik yang ditertibkan berlokasi di Jalan Rawagelam di kompleks masjid Jayakarta, komplek jalan Rawaterate, Jalan Rawabali dan area sekitar masjid Baitul Hamd.

Head of Corporate Secretary PT JIEP, Purwati, mengatakan, sebelum melakukan penertiban, pihaknya sudah memberikan sosialisasi kepada para pedagang akan rencana pembongkaran. “Bahkan, kami juga sudah memberikan surat peringatan 1, 2, 3, kepada pedagang yang ada,” katanya.

Menurutnya, meski sudah memberikan tahapan peringatan, namun para pedagang kaki-5 itu pun masih membandel. Dimana aksi penolakan dilakukan pedagang atas upaya penertiban tersebut. “Hingga akhirnya, pembongkaran paksa kami lakukan dan pedagang hanya bisa pasrah,” ujar Purwati.

Ditambahkan Purwati, penertiban yang dilakukan pihaknya mengacu pada peraturan daerah tentang ketertiban umum dan penggunaan trotoar. Terlebih, peraturan dari PP nomor 142 tahun 2015 tentang Kawasan Industri, juga menyebut hal yang sama. “Karena tak berizin dan tak terdaftar di PT JIEP, makanya mereka kami tindak,” ungkapnya.

PRAKTEK PUNGLI
Purwati menambahkan, selama ini beredar kabar maraknya pedagang kaki-5 yang berjualan karena ada oknum yang bermain. Dimana setiap harinya, mereka dipungli oknum senilai Rp3000. “Karena hal itulah yang membuat pedagang mencoba menolak aksi penertiban karena mereka merasa sudah membayar upeti,” ungkapnya.

Dari laporan itu, Purwati pun mengaku akan mengecek dan mencari oknum yang melakukan pungutan liar tersebut. Pihaknya akan memberikan sangsi tegas kepada oknum yang mengatasnamakan yayasan milik PT JIEP. “Pada dasarnya, jika memang ada oknum yang mengatasnamakan JIEP kami tidak segan untuk memberikan sanksi kepada yang bersangkutan,” tambahnya.

Pihaknya, sambung Purwati, juga sudah menyiapkan tempat relokasi bagi para pedagang yang ditertibkan. Sedikitnya ada lima tempat yang diharapkan bisa menampung para pedagang yang selama ini berjualan diatas trotoar. “Dari lima tempat itu, bisa menampung ratusan pedagang kaki-5, sehingga bisa tertata dengan baik,” pungkasnya.

(ifand/sir)