Tuesday, 18 December 2018

Sandi Minta Dinas Perhubungan Tertibkan Calo PKB

Rabu, 14 Maret 2018 — 23:13 WIB
Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno.(dok/ikbal)

Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno.(dok/ikbal)

JAKARTA – Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno meminta Dinas Perhubungan agar menertibkan pelayanan uji kir Pengujian Kendaraan Bermotor (PKB) dari percaloan. Menurutnya praktik mafia calo di berbagai pusat pelayanan pemerintah sangat merugikan masyarakat.

“Saya minta Dishub agar bisa mengatasi permasalahan tersebut,” ujar Sandi di kantor Walikota Jakarta Utara, Rabu (14/3/2018).

Menurutnya untuk memberantas calo itu bukan merupakan tindakan sulit karena keberadaannya secara fisik kelihatan. “Kalau tiap hari orang itu-itu saja yang ngurus permohonan, berarti dia kan calo. Petugas tidak usah memberikan layanan, lama-lama mereka menghilang dengan sendirinya,” sambungnya.

Sebaliknya kalau petugas tetap memberikan layanan atau bahkan mungkin bersekongkol, maka praktik percaloan akan makin tumbuh subur. “Saya minta petugas bertindak tegas. Begitu pula kalau ada oknum yang membekingi calo harus ditindak tega,” tandasnya. Di Jakarta terdapat lima lokasi PKB yang harus dibersihkan dari calo.

Selain memerintahkan Dishub untuk bertindak tegas, Sandi juga minta sejumlah SKPD terkait turut turun tangan. Mereka yang pantas turun ke lokasi pelayanan antara lain jajaran Inspektorat DKI Jakarta maupun Satgas Saber Pungli.

“Praktik percaloan itu rawan terhadap pungli maupun setoran untuk memotong kompas prosedural pelayanan. Kalau ada kegiatan pungli atau setoran silakan ditindak,” ujar Sandi yang memberi apresiasi kepada Polres Metro Jakarta Timur yang menggulung praktik calo di PKB Ujung Menteng.

“Kalau polisi sering gelar razia, pasti komplotan calo akan gerah juga,” kata Sandi.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Selasa lalu, Satuan Sabhara Polres Metro Jaktim melakukan razia terhadap puluhan orang yang diduga sebagai calo pada pelayanan uji kir kendaraan angkutan umum dan niaga. Dalam razia ini, polisi mengamankan 21 pria dan seorang wanita dengan sejumlah barang bukti seperti blangko permohonan dan mesin fotokopi. (joko/yp)