Sunday, 23 September 2018

Sandi Serahkan 20 Germor ke RW, Bantuan Dari KAHMI

Rabu, 14 Maret 2018 — 16:02 WIB
Wagub Sandi dan M. Taufik pada acara serah terima germor di Walikota Jakut. (joko)

Wagub Sandi dan M. Taufik pada acara serah terima germor di Walikota Jakut. (joko)

JAKARTA –  Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno memberikan apresiasi kepada Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) Jaya yang sangat konsen terhadap masalah kebersihan.

Pasalnya,  organinasi yang dipimpin Wakil Ketua DPRD DKI M. Taufik ini memberikan bantuan berupa 20 gerobak motor (germor) kepada lingkungan RW di Jakarta Utara.

“Terima kasih atas bantuan germor untuk angkutan sampah ini tentu sangat bermanfaat bagi masyarakat,” ujar Sandi pada acara serah terima 20 germor kepada 20 perwakilan RW di kantor Walikota Jakarta Utara, Rabu (14/3/2018).

“Mari kita berikan applaus buat KAHMI jaya,” sambung Sandi diikuti tepuk tangan dari seluruh undangan.

Kehadiran germor di lingkungan RW, kata Sandi, di satu sisi dapat membantu mengatasi angkutan sampah. “Di sisi lainnya juga berpeluang menyerap lapangan pekerjaan sebagai sopir germor dan penggiat daur ulang sampah,” kata Sandi pada acara yang dihadiri M. Taufik, Walikota Jakarta Utara Husain Murad, dan segenap pejabat lainnya.

Taufik menjelaskan program ini merupakan wujud nyata KAHMI Jaya dalam dukungannya kepada Pemprov DKI.  “Pada tahap awal ini, kami baru menyerahkan 20 unit germor. Namun pada tahap berikutnya kami akan terus menyumbangkan germor, targetnya tiap RW sebanyak 2.700-an ini masing -masing akan mendapatkan satu unit germor,” ujar Ketua KAHMI Jaya yang juga Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta.

Dalam pengadaan germor ini pihaknya bekerja sama dengan produsen sepeda motor yakni PT TVs Motor Company Indonesia dan PT Trirajawali Indo Sejahtera. Germor warna oranye itu digerakkan oleh mesin berkapasitas 200 cc di bagian belakang dilengkapi bak atau gerobak untuk mengangkut sampah kering maupun basah.  Bak tersebut dapat digerakkan secara hidrolis sehingga memudahkan mengangkut dan membuang sampah.

Harga germor per unitnya antara Rp 60 juta dan Rp 70 juta. “Tolong dipakai sebagaimana mestinya dan dirawat agar awet,” imbau Taufik.

Mursid salah satu pengurus RW di Tanjung Priok menyatakan terima kasih atas bantuan tersebut. “Cuma kami masih bingung untuk biaya operasional dan perawatannya. Kas RW sudah pas-pasan, tak mungkin untuk membiayai hal tersebut,” paparnya.

Sedangkan Kasudin Lingkungan Hidup Jakut Slamet Riyadi menyatakan germor ini pemberian dari swasta dan tentunya tidak masuk dalam daftar aset negara. “Untuk itu, biaya operasional ditanggung masing-masing RW,” ujarnya. (joko/tri)