Wednesday, 19 December 2018

Soal Tuntutan Terhadap Aa Gatot, Ini Kata Pengacara

Rabu, 14 Maret 2018 — 19:28 WIB
Gatot Brajamusti alias Aa Gatot menjalani sidang tuntutan terkait kasus asusila di Pengadilan Jakarta Selatan (cw6)

Gatot Brajamusti alias Aa Gatot menjalani sidang tuntutan terkait kasus asusila di Pengadilan Jakarta Selatan (cw6)

JAKARTA – Mantan Ketua Umum Persatuan Artis Film Indonesia (PARFI), Gatot Brajamusti alias Aa Gatot, dituntut 15 tahun penjara terkait kasus asusila.

Menanggapi tuntutan tersebut, Achmad Rulyansyah, pengacara Aa Gatot mengatakan, Jaksa Penuntut Umum (JPU) dalam kasus tersebut salah mengerti dan memaknai fakta yang ada di dalam persidangan.

“Lebih baik membebaskan 1.000 penjahat daripada menghukum 1 orang yang tidak bersalah,” ucapnya usai persidangan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Rabu (14/3/2018).

Achmad melanjutkan, berdasarkan keterangan saksi dari pihak terdakwa, korban sudah menjadi istri siri dari Aa Gatot. Ia pun mempermasalahkan mengapa kliennya dihukum 15 tahun penjara. Bagi kami sangat tidak logis,” paparnya.

(Baca: Aa Gatot Dituntut 15 Tahun Bui)

Langkah ke depannya, kata Achmad, di sidang selanjutnya pada 29 Maret 2018, ia akan mengajukan pleidoi atau nota pembelaan.

“Di situ juga akan kita bahas fakta-fakta di persidangan. Memang sidang dalam hal ini sidang ini tertutup. Cuma fakta di persidangan sampai dengan saat ini semua saksi yang kita hadirkan mengatakan bahwa korban adalah istri sirih dari Aa Gatot,” tandasnya.

Diwartakan sebelumnya, Gatot Brajamusti alias AA Gatot menjalani sidang tuntutan terkait kasus asusila di Pengadilan Jakarta Selatan, Rabu (14/3/2018). Sidang itu pun berjalan secara tertutup.

Aa Gatot dituntut dengan ancaman paling maksimal yakni 15 tahun penjara dengan denda Rp 200 juta, subsider 1 tahun kurungan. Alasan Jaksa memberikan hukuman maksimal lantaran Aa Gatot melakukan tindak asusila secara berlanjut, terhitung dari tahun 2007 sampai 2011. (cw6/yp)