Monday, 10 December 2018

Takut Disebut Sombong, Tokoh ini Mau Jadi Wakil Jokowi

Rabu, 14 Maret 2018 — 22:43 WIB
Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD (ist)

Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD (ist)

JAKARTA -Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud MD sempat berucap tidak akan tergoda masuk bursa bakal calon wakil presiden apalagi calon presiden. Alasannya, kalau masuk bursa tidak akan bisa tidur nyenyak.

Tapi ternyata ketika namanya muncul menjadi calon pendamping calon presiden Joko Widodo Mahfud pun bersyukur. “Tiba-tiba masuk, bagus juga perkembangan demokrasi, artinya suara lain dari mainstream itu bisa muncul, seperti saya,” kata Mahfud, Rabu (14/3/2018).

Karena itu, dia bersedia menjadi cawapres Jokowi, tetapi tidak ingin terlalu aktif untuk menindaklanjutinya. Ia hanya menyerahkan sepenuhnya terhadap mekanisme yang ada di masing-masing parpol serta Jokowi sendiri.

Mahfud mengatakan yang akhirnya akan memutuskan siapa cawapres bagi Jokowi ialah partai koalisi pemerintahan dan Jokowi. ‚ÄúSilakan saja mengolah nama saya sebagai cawapres Jokowi. Saya bukan tidak mau karena itu artinya sombong. Kita serahkan ke mekanisme,” kata Mahfud.

Ia mengaku telah menjalin komunikasi secara informal dengan partai-partai yang berada di koalisi pemerintahan. Tapi komunikasi itu dilakukan tidak masih karena dirinya tak mau terlibat terlalu aktif.

“Komunikasi informal ada, formalnya mereka nanti harus kongres atau apa, kan, gitu. Kalau informal itu artinya sambil bicara atau saling lempar bola, tetapi saya selalu katakan saya pada posisi pasif, tak aktif juga,” kata mantan Ketua Tim Pemenangan pasangan Prabowo Subianto-Hatta Rajasa saat Pilpres 2014 itu.(us)