Tuesday, 11 December 2018

Tuduh Isterinya Setan, Pria Sadis Ini Mutilasi Isteri dan Makan Otaknya

Rabu, 14 Maret 2018 — 10:56 WIB
Orlando yang bunuh isteri dan makan otaknya karena dianggap setan.(inquirer)

Orlando yang bunuh isteri dan makan otaknya karena dianggap setan.(inquirer)

FILIPINA – Biadab, Sadis!  Sebutan ini pantas diberikan kepada Orlando Estreta, warga  Kota Quezon, Filipina. Pria ini tega membunuh serta memutilasi istrinya sendiri, Hiede, yang telah dinikahinya selama 16 tahun terakhir.

Orlando, seperti dilansir Inquirer, Selasa (13/3/2018), mengakui kepada polisi membunuh Hiede demi menyelamatkan umat manusia. Sebab, ia mengklaim istrinya adalah “Setan”.

“Aku membunuhnya untuk menyelamatkan kita semua, karena dia adalah ‘Setan'” tutur Orlando saat gelar perkara di kantor kepolisian Quezon.

Peristiwa itu terungkap setelah aparat kepolisian menerima pengaduan tetangga Orlando di kawasan Barangay Holy Spirit, Quezon City, Minggu (11/3/2018) akhir pekan lalu.

Tetangga melaporkan kepada polisi, setelah melihat Orlando membuang sejumlah bagian tubuh manusia yang telah hancur.

Setelah ditangkap, Orlando menegaskan tak menyesali perbuatannya. Sebab, ia mengklaim Hiede mengandung benih iblis di rahimnya.

“Dia menyusahkanku karena dia adalah Setan. Dia mengatakan kepadaku bahwa dia adalah Setan, “kata Orlando.

Ia lantas meracau tentang sejumlah referensi religius, untuk mendukung tudingannya terhadap mendiang sang istri.

Kepala Kepolisian Quezon Superintendet Guillermo Eleazar mengatakan, Orlando akan diikutkan dalam tes psikologis serta kejiwaan oleh dokter ahli, untuk mengetehaui kesehatan.

“Sementara ini, kami menuntutnya atas dasar pembunuhan,” terang Eleazar.

Eleazar mengatakan, pernyataan Orlando mengenai istrinya adalah “Setan” baru diungkap yang bersangkutan pada gelar perkara. Saat pemeriksaan, pelaku tak pernah mengeluarkan pernyataan seperti itu.

“Dalam pemeriksaan, ia hanya mengakui membunuh dan memutilasi istrinya karena kebencian. Rasa benci itu dipendamnya selama 16 tahun pernikahan,” terangnya.

Ia menjelaskan, polisi sempat memaksa Orlando mengikuti tes urine. Tapi hasilnya, lelaki itu tak menggunakan obat-obatan atau menyalahgunakan narkotika.

”Dia hanya bilang mengonsumsi sabu, itu juga pada tahun 2002,” tukasnya.

Orlando bekerja di sekolah yayasan swasta di Quezon. Sementara sang istri adalah kepala keperawatanan. Mereka pindah ke Manila pada dua tahun silam. Awalnya, mereka berdomisili di Davao Oriental.

Superintendent Rossel Cejas, komandan kepolisian Batasan, Barangay dan petugas kepolisian pergi ke rumah Estrera Orlando pada Minggu sore, setelah mendapat laporan warga.

“Kami datang setelah tetangga melihat tersangka basah kuyup saat membuang  pakaian dan tubuh istrinya. Termasuk membuang tangan yang putus,” jelasnya.

Pada lokasi perkara, polisi menemukan sebilah pisau dapur berukuran 13 inci dan berlumur darah. Sementara satu palu ditemukan polisi tertindih jenazah Hiede.

Orlando mengatakan, ia menikam memakai pisau dapur, saat istrinya sedang berbaring,” jelasnya.

Setelah membunuh, Orlando membelah perut Hiede untuk mengetahui ada atau tidaknya janin. Belakangan diketahui, Hiede tak bakal pernah bisa hamil.

Selain memotong tungkai korban, Orlando juga menuturkan telah menguliti wajah sang istri. “Dia juga mengakui memakan otak istrinya,” tukasnya.(Tri)