Sunday, 23 September 2018

Seorang Perempuan

Dua Karyawan Bank BTN Cikarang Ditangkap

Kamis, 15 Maret 2018 — 20:21 WIB
Tersangka dugaan korupsi Bank BTN Cikarang saat dibawa Kejaksaan Negeri Kabupaten Bekasi. (lina)

Tersangka dugaan korupsi Bank BTN Cikarang saat dibawa Kejaksaan Negeri Kabupaten Bekasi. (lina)

BEKASI – Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Bekasi tangkap dua orang mantan pegawai Bank BTN Cikarang, Bekasi, Jawa Barat. Tersangka IO dan BW diduga korupsi kredit macet di bank tersebut.

“Dua orang tersangka ini kami tetapkan sebagai tersangka dalam kasus korupsi kredit macet di Bank BTN Cikarang. Keduanya ditahan perhari ini selama 20 hari ke depan,” kata Kasi Pidsus Kejaksaan Negeri Cikarang, Angga Dhielayaksa, Kamis (15/3/2018).

Dari korupsi yang dilakukan selama sekitar dua tahun , negara dirugikan Rp6,5 miliar. Saat melakukan tindakan korupsi, kedua tersangka yang salah satunya perempuan ini merupakan pegawai di bidang kredit nasabah.

Kasus dugaan korupsi mulai ditelusuri sejak akhir 2017 lalu. Beberapa saksi sudah diperiksa. Mulai dari pegawai Bank BTN hingga nasabah yang mengajukan kredit.

tersangka bank btn2

Dari hasil penyelidikan, ternyata tindakan memperkaya diri sendiri itu sudah dilakukan sejak 2012 hingga 2013. Pihak kejaksaan menemukan adanya persekongkolan antara pegawai Bank BTN dengan pihak luar untuk mencairkan bantuan kredit.

“Jadi modusnya itu secara kasar ada kredit macet, pemohon mengajukan kredit ternyata tidak sesuai aturan,” ucap Angga.

Dari kasus ini, juga diketahui melibatkan lima pemohon bantuan kredit. Pemohon bantuan mengajukan kredit berkisar antara Rp500 juta hingga Rp3,7 miliar.

“Kredit yang diajukan berkisar demikian, rata-rata pemohon ini bergerak di bidang perumahan,” ujarnya.

Meski demikian, lanjut Angga, pihaknya belum bisa memastikan pemohon bantuan kredit tersebut terlibat dalam tindakan korupsi yang dilakukan dua mantan pegawai BTN.

“Untuk tersangka lainnya, kita tunggu saja. Penyidikan masih terus berlangsung,” katanya.

Dua tersangka kini mendekam di sel tahanan Kejari Cikarang. Mereka diancam pasal 2 ayat 1 junto pasal 3 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999, tentang Tindak Pidana Korupsi.

“Ancaman hukumannya 20 tahun dengan denda maksimal Rp1 miliar. Untuk selanjutnya kami terus lakukan penyidikan untuk mengetahui kemungkinan lainnya,” ungkapnya. (lina/b)