Friday, 22 June 2018

Petugas Pemadam Kebakaran Dilatih Evakuasi Sarang Tawon

Kamis, 15 Maret 2018 — 0:50 WIB
ilustrasi

ilustrasi

BEKASI– Sebanyak 30 petugas penyelamatan telah mendapat pelatihan khusus dalam menghadapi berkembangnya jumlah sarang tawon liar.

Mereka diberi metode penyelamatan tidak hanya mengevakuasi korban kebakaran, banjir, sarang tawon, adanya serangan ular, “Mereka dalam bekerja juga dilengkapi pakaian keselamatan kerja,” ujar Paminto, Kabid Pemadaman dan Penyelamatan pada Dinas Pemadam Kebakaran Kota Bekasi, Rabu (14/3/2017).

Menurut Paminto, selain menguasai metode penyelamatan, termasuk dari sengatan tawon. Cara penyelamatan itu juga meliputi pemmbengkakan pada tenggorokan atau bibir sehingga sulit bernapas. Bahkan ada juga yang memicu diare dan muntah-muntah. “Bagi yang alergi segera dibawa ke rumah sakit karena bisa fatal,” ujarnya

Sementara itu, jumlah sarang tawon liar di Kota Bekasi semakin merebak. Keberadaan mereka dikeluhkan masyarakat karena bisa menyengat warga hingga berdampak kematian.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Kota Bekasi Aceng Solahudin memprediksi, jumlah sarang tawon liar di permukiman warga kian bertambah. Pada tahun 2017 lalu, jumlah sarang tawon yang dievakuasi petugas mencapai 38 sarang.

Namun pada 2018 sampai bulan Februari saja, sudah ada 28 sarang yang dievakuasi petugas. Artinya, masih ada kemungkinan sarang tawon yang akan dievakuasi petugas lagi di bulan Maret sampai Desember 2018. “Sampai sekarang tim terus melakukan penyisiran ke permukiman warga untuk mendeteksi adanya sarang tawon,” kata Aceng pada Rabu (14/3/2018).

Aceng meminta peran masyarakat untuk membantu menanggulangi ancaman sarang tawon. Caranya dengan melapor ke petugas dan menjaga lingkungan dengan memastikan semua saluran yang bisa menjadi celah masuk tawon ditutup.

Menurut dia, sering kali loteng dibiarkan rentan terhadap serangan serangga saat pelindung atap rusak atau terganggu. Potensi rumah tawon saat ini semakin tinggi karena mereka kerap membuat sarang saat peralihan musim hujan ke kemarau.

“Kalau melihat sarang tawon jangan bertindak gegabah dengan berusaha mengevakuasi sendiri. Sebaiknya melapor petugas karena kami dilengkapi sejumlah peralatan,” ujar Aceng.

Dia mengatakan, keberadaan sarang tawon bisa mengancam nyawa masyarakat. Tawon sebesar kuku jari kelingking tangan orang dewasa ini biasanya menyerang bila merasa terusik. Bagi orang yang terkena sengatan, harus dibawa ke rumah sakit untuk pengobatan. (saban/yp)