Friday, 16 November 2018

Gerindra Coret Nama Gatot Nurmantyo Untuk Pilpres 2019

Sabtu, 17 Maret 2018 — 20:43 WIB
Jenderal TNI Gatot Nurmantyo (reuters)

Jenderal TNI Gatot Nurmantyo (reuters)

JAKARTA – Nama Jenderal Gatot Nurmantyo disebut-sebut bakal menjadi calon lawan Jokowi di Pilpres 2019. Namun, kini salah satu partai oposisi, yakni Partai Gerindra sudah menutup pintu sebagai sinyal mencoret Gatot dalam Pilpres 2019.

Kalangan Partai Gerindra membeberkan alasannya sehingga menutup pintu buat pencapresan Gatot Nurmantyo. Menurut Ketua DPP Gerindra, Habiburokhman, Gatot tak mungkin diusung oleh partainya karena memiliki latar belakang yang sama dengan sang ketum, Prabowo Subianto.

Dia menyebut untuk pasangan di pilpres, perlu ada perpaduan latar belakang antara capres dan cawapres.  “Bangsa ini kan banyak ya, ada birokrat, alim ulama. Kalau dua-duanya militer itu juga akan dipertanyakan. Pak Prabowo militer,” ucap Habiburokhman kepada wartawan di Jalan H.O.S Cokroaminoto, Jakarta Pusat, Sabtu (17/3/2018).

Meski belum ada deklarasi, Gerindra ingin agar Prabowo kembali maju sebagai capres di 2019 nanti. Meski telah menutup pintu untuk Gatot, menurut Habiburokhman, Prabowo cocok dipasangkan dengan tokoh manapun.

“Pak Prabowo itu dengan siapa-siapa aja cocok, Yusril cocok, AHY (Agus Yudhoyono) bagus juga, dengan TGB cakep, dengan Mbak Puan (Puan Maharani) bagus,” kata dia.

Habiburokhman pun meyakini sang ketum bisa menang di Pilpres 2019, meski harus kembali melawan petahana Presiden Joko Widodo (Jokowi). Apalagi menurutnya Jokowi belum tuntas dalam memenuhi janji-janji politiknya di Pilpres 2014.

“Hasil kita serahkan kepada yang di atas, apalagi saat ini kalau lawannya Pak Jokowi, peluang (menang) lebih besar. Karena sudah tahu apa yang dijanjikan belum terbukti,” tutur Habiburokhman.

Seperti diketahui nama Gatot semakin santer disebut akan maju di Pilpres 2019 jelang memasuki masa pensiun dari TNI. Bahkan eks Panglima TNI itu disebut memiliki dana besar mengalahkan Prabowo untuk running di pilpres. Gerindra pun menutup pintu untuk jenderal bintang empat itu. “Jadi peluang Pak Gatot tertutup kalau ingin maju dari Gerindra,” ungkap Wasekjen Gerindra Aryo Hashim Djojohadikusumo.

Gerindra pun mengaku tak merasa terancam dengan ‘gertakan’ Gatot soal logistik untuk maju Pilpres. Partai pimpinan Prabowo Subianto itu justru mempertanyakan, berapa partai yang bisa ‘dibeli’ Gatot untuk mengantongi tiket maju Pilpres.

“Jadi Pak Gatot punya tugas berat untuk meyakinkan partai-partai yang memiliki kursi di DPR untuk mau mendaftarkan Pak Gatot sebagai capres. Jika ditanya Gerindra, kami di Gerindra tetap berkomitmen memperjuangkan Pak Prabowo sebagai capres,” papar Aryo.  (*/win)