Wednesday, 14 November 2018

Sejarah Diplomatik H. Agus Salim Diangkat ke Layar Lebar

Sabtu, 17 Maret 2018 — 13:09 WIB
Prof DR. Emil Salim saat memberi kata sambutan di gala premire film Moonrie Over Egypt.(ali)

Prof DR. Emil Salim saat memberi kata sambutan di gala premire film Moonrie Over Egypt.(ali)

JAKARTA – Sejumlah tokoh dan mantan pejabat seperti ikut menonton film peristiwa sejarah diplomatik Haji Agus Salim di Mesir tahun 1947 berjudul ‘Moonrise Over Egypt’ di Epicentrum XXI Jakarta Selatan. Beberapa yang hadir adalah Prof. DR. Emil Salim, pengamat politik dan budaya DR Salim Said, anggota DPR Hamdan Zulva, dll.

Hadir juga keluarga dari tokoh-tokoh film tersebut, seperti keluarga Agus Salim, keluarga Abdurrahman Baswedan, Mohammad Rasjidi dan keluarga Datuk Natsir Sutan Pamuntjak yang diwakili aktris senior Jajang C.Noer.

Produser Amir Sambodo mengatakan, film drama berlatar belakang pengakuan dunia internasional atas lahir dan berdaulatnya RI tersebut sebagai bentuk idealisme dan kepeduliannya pada nilai-nilai perjuangan politik dan diplomatik Agus Salim dkk agar bisa diketahui oleh generasi muda sekarang.

“Banyak sekali generasi zaman now yang tidak tahu bagaimana perjuangan para pahlawan bangsa seperti Agus Salim di kancah politik internasional, khususnya di Mesir. Mudah-mudahan dengan film ini, mereka bisa tahu sedikit tentang perjuangan diplomatik Agus Salim dkk sehingga bisa menumbuhkan semangat cinta tanah air dan menghargai para pejuang kita dulu,” ungkap Amir Sambodo yang didampingi Adie Marzuki.

Sedang sang sutradara, Pandu Adiputra menjelaskan, bahwa film ‘Moonrise Over Egypt’ yang dibesutnya itu tidak semua menampilkan adegan yang sesuai sejarah atau peristiwa di Mesir.

“Tentu saja kami kemas dalam bentuk intrik lain oleh tokoh-tokoh fiktif untuk memenuhi unsur filmisnya,” ungkapnya.

Sesuai judulnya, suting film yang dibintangi Pritt Timothy, Vikri Rahmat, Satria Mulia, drh Ganda, Mark Sungkar, Ina Marika, Reza Anugerah, Bhisma Wijaya, Oce Permatasari ini, betul-betul mengambil lokasi suting di Mesir.

“Kami suting disana tahun lalu dengan pengawalan ketat. Kalo tidak ada bantuan Kedubes kita disana, mustahil kami bisa suting dan mengambil gambar langsung piramida. Sebelumnya ada beberapa mahasiswa yang ditangkap karena mengambil foto-foto piramida. Alhamdulillah, kami nggak ditangkap, bahkan beberapa sineas Mesir juga ikut dalam tim kami,” ungkap Pandu.

Kisah yang diangkat tentang perjuangan pahlawan Nasional H. Agus Salim yang memimpin delegasi yang terdiri dari Abdurrahman Baswedan, Mohammad Rasjidi dan Natsir Sutan Pamuntjak.

Misi delegasi RI adalah, bertemu dengan Perdana Menteri Mesir, Mahmud Fahmi El Nokrashy Pasha untuk minta pengakuan de jure dari pemerintah Mesir atas kedaulatan dan kemerdekaan RI. Peristiwa nyata tersebut terjadi pada April 1947 silam. (ali/embun)