Saturday, 17 November 2018

Sempat Membantah, Waskita Akui Kecelakaan di Proyek Rusun Pasar Rumput Pernah Terjadi Sebelumnya

Minggu, 18 Maret 2018 — 20:11 WIB
I Made Aribawadana, Kepala Proyek Rumah Susun Pasar Rumput dari PT Waskita Karya. (ikbal)

I Made Aribawadana, Kepala Proyek Rumah Susun Pasar Rumput dari PT Waskita Karya. (ikbal)

JAKARTA – PT Waskita Karya (WK) membenarkan kecelakaan kerja yang melibatkan warga bukan pertama kali terjadi dalam proses konstruksi Rusun Pasar Rumput. Kepala Proyek Rumah Susun Pasar Rumput dari PT Waskita Karya I Made Aribawadana kecelakaan kerja sebelumnya tidak menyebabkan korban meninggal dunia.

Awalnya Made tidak mengakui kecelakaan kerja pernah terjadi sebelumnya. Dalam konferensi pers yang digelar Waskita di Menteng, Jakarta Pusat, Minggu (18/3/2018), Made membantah kecelakaan kerja pernah terjadi saat saat menjawab pertanyaan wartawan.

“Tidak ada. Kalau sebelumnya tidak ada,” jawab Made.

Wartawan lain kemudian kembali menanyakan ihwal kejadian kecelakaan kerja merujuk pada kesaksian beberapa warga di sekitar lokasi rusun. Made akhirnya mengakui kejadian tersebut. Tanpa menjelaskan waktu kejadian, Made menyebut kecelakaan saat itu tidak merenggut nyawa korban.

“Kalau sebelumnya betul ada tapi tidak di dalam. Sama kejadian seperti ini, tapi tidak ada korban,” ungkap Made.

(Baca: Warga Tewas Tertimpa Besi, Proyek Rusun Pasar Rumput Dihentikan Sementara)

Made menambahkan dari kejadian sebelumnya, ia telah melakukan evaluasi dan memasang jaring pengaman lebih tinggi untuk menghindari kejadian terulang. “Dan itu upayanya kami sudah pasang safety net yang lebih tinggi, 6 meter,” imbuh Made.

(Baca: Sebulan Ini Terjadi 3 Kali Kecelakaan Kerja di Proyek Rusun Pasar Rumput)

Seorang warga, Tarminah alias Mimin (53) meninggal akibat tertimpa besi hollow dari pengerjaan konstruksi Rusun Pasar Rumput yang dilakukan PT Waskita Karya. Tapi ternyata kecelakaan kerja bukan yang pertama kali.

(Baca: Lagi Belanja, Seorang Ibu Tewas Tertimpa Besi Proyek Pasar Rumput)

Sebelumnya seorang warga bernama Laila juga menjadi korban kecelakaan kerja. Warga setempat menyebut kecelakaan kerja sudah terjadi tiga kali dalam sebulan terakhir. Dua kecelakaan melibatkan warga sekitar lokasi proyek sedangkan satu kecelakaan kerja melibatkan pekerja konstruksi. (ikbal/yp)