Sunday, 22 July 2018

Digenjot di Medsos, Pasar Karetan dan Semarangan Diserbu

Senin, 19 Maret 2018 — 15:47 WIB
Menteri Pariwisata Arief Yahya. (dok.Kemenpar)

Menteri Pariwisata Arief Yahya. (dok.Kemenpar)

KENDAL – Strategi promosi yang dilakukan Generasi Pesona Indonesia (GenPI) Jawa Tengah benar-benar luar biasa. Dengan memanfaatkan media sosial, dua pasar yang mereka kelola diserbu pengunjung.

Dua pasar yang dikelola GenPI Jawa Tengah adalah Pasar Karetan di Kendal, serta Pasar Semarangan. Seperti biasa, Pasar Karetan beroperasi Minggu (18/3). Sementara Pasar Semarangan yang baru dilaunching Sabtu (17/3/2018).

Di Pasar Karetan, hadirnya kegiatan yoga massal disambut animo luar biasa. Pengujung pasar ini tercatat tidak kurang dari 4.000 orang.

Menurut Koordinator Pasar Karetan Mei Kristianti, pengunjung sudah memadati Radja Pendapa di Desa Segrumung, Meteseh, Boja, Kendal, sejak pagi.

“Jumlah pengunjung yang datang banyak banget. Kondisi Pasar Karetan sejak pagi sudah rame. Mereka juga antusias sekali mengikuti yoga. Sekarang kami sudah menyadari kekuatan medsos sebenarnya itu seperti apa. Sebab, medsos selama seminggu ini benar-benar digenjot untuk promosi,” ungkap Mei.

Menurutnya, jumlah pengunjung Pasar Karetan sebelumnya relatif flat. Sebab, pengelola pasar agak mengurangi aktivitas branding melalui medsos. Ide mengoptimalkan peran medsos pun kembali dicoba dan hasilnya luar biasa.

“Promosi Pasar Karetan di medsos sempat menurun. Dan hasilnya pun ikut berkurang. Kemarin seminggu full digenjot, lalu hasilnya jumlah pengunjung naik lagi,” lanjutnya.

“Kalau promosinya biasa, masyarakat tahunya Pasar Karetan tidak buka. Mereka banyak yang bertanya kepada kami,” tutur Mei menjelaskan.

Di akhir pekan ini, ada dua lokasi di Pasar Karetan yang dibanjiri pengunjung. Yang pertama area yoga. Dengan memakai matras, peserta serius mengikuti berbagai gerakan instruktur.

Lokasi kedua yang juga diserbu pengunjung adalah odong-odong. Panjangnya antrian membuat 5 odong-odong yang disiapkan kewalahan melayani antrian para pengunjung.

“Sebenarnya ramai atau sepi itu tidak selalu bergantung kepada hiburan. Kuncinya itu promosi melalui medsos. Kalau hanya andalkan promosi dari mulut ke mulut jelas sangat tidak efektif. Makanya kami ini memilih menggeber medsosnya. Jadi sudah ketemu treatment-treatmentnya,” katanya.

Berhasil menaikan jumlah pengunjung, bisnis Pasar Karetan berdenyut kencang. Semua jenis kuliner yang disediakan oleh 28 lapak, ludes diserbu oleh pengunjung. Hasilnya, omset penjualan Rp35 Juta pun berhasil dikumpulkan. Mei menerangkan, para penjual sampai kewalahan.

“Kami sudah menerima laporan dari para penjual. Mereka bilang kalau semuanya sold out. Bahkan para penjual sampai bingung karena permintaan besar tapi barang dagangan sudah habis. Omset penjualan pun bisa maksimal. Apapun kondisi yang muncul akan kami evaluasi,” terang Mei lagi.

Serupa Karetan, Pasar Semarangan juga ikut merasakan manfaat dari medsos. Gencar dipromosikan bersama Karetan, soft launching Pasar Semarangan juga menuai sukses besar. Sekitar 3.000 hingga 4.000 orang juga memenuhi kawasan Tinjomoyo, lokasi Pasar Semarangan.

Mei kembali menegaskan, promosi di medsos gencar dilakukan jelang pembukaan Pasar Semarangan.

“Promosi pembukaan Pasar Semarangan di medsos dilakukan bersama Pasar Karetan. Promosi yang kami lakukan gencar. Kami pun bersyukur karena pembukaan Pasar Semarangan ramai pengunjung. Meski hujan, tapi mereka tetap bertahan. Tampaknya masyarakat Semarang butuh suasana baru. Mereka butuh alam dengan atraksi dan kuliner menarik,” tegasnya.

Dalam debutnya, Pasar Semarangan langsung memberikan sajian terbaik. Berbagai hiburan pun ditampilkan. Mereka juga menyiapkan berbagai kemudahan mulai dari transportasi hingga sistem pembayaran non tunai. Melengkapi semuanya, Pasar Semarangan pun menyajikan kuliner dari empat budaya. Ada Jawa, China, Belanda, bahkan Arab.

Sukses besar Pasar Karetan dan Semarangan yang menjadi destinasi digital, disambut baik Menteri Pariwisata Arief Yahya. Menurutnya, GenPI Jateng sukses memainkan promosi dengan media sosial.

“Medsos memang memegang kunci besar dan tidak bisa dipisahkan dari promosi. Saat ini jauh lebih efektif dan cepat melakukan promosi dengan medsos. Sebagian besar masyarakat beraktivitas melalui media sosial. Inovasi untuk kemasan event tetap harus dilakukan dan pendorongnya melalui media sosial itu,” pungkas Menteri Pariwisata Arief Yahya.
(prihandoko/sir)