Saturday, 24 August 2019

Fahri Hamzah Akui Punya 2 Saksi Kunci, Besok Diperiksa di Polda Metro Jaya

Senin, 19 Maret 2018 — 17:30 WIB
Fahri Hamzah,  Wakil Ketua DPR RI. (yendhi)

Fahri Hamzah, Wakil Ketua DPR RI. (yendhi)

JAKARTA – Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR-RI), Fahri Hamzah, mengaku mempunyai saksi kunci yang akan menguatkan laporannya terhadap Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Sohibul Iman.

Meski tidak menyebutkan identitas saksi kunci tersebut tetapi Fahri mengaku ada dua saksi yang akan diajukan untuk memberikan keterangan kepada penyidik. Menurutnya, saksi tersebut adalah staff nya yang telah memberikan informasi adanya dugaan tindak pencemaran nama baik oleh Sohibul kepada Fahri.

“Ada dua saksi dari saya dan diperiksa sekaligus. Itu dari staf saya yang melaporkan kejadian itu kepada saya,” kata Fahri usai menjalani pemeriksaan di Polda Metro Jaya, Senin (19/3/2018).

Ditambahkan Fahri, kedua saksi tersebut akan dilakukan pemeriksaan secara bersamaan oleh penyidik Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya pada Selasa (20/3/2018).

“Besok saksi saksi dari saya akan diselesaikan semua. Tapi saksi itu cukup gampang karena hanya akan menunjukkan berita itu benar adanya. Kalau bisa menunjukkan berita itu benar saya kira cukup,” tegas Fahri.

Sedangkan terkait jadwal pemeriksan terhadap Sohibul Iman, dia tidak mengetahui waktu persisnya. Hanya saja dalam waktu dekat penyidik akan memanggil Sohibul untuk dimintai keterangan sebagai terlapor.
“Tentu setelah itu ya (pemeriksan Sohibul),” tegas Fahri.

Hari ini, Fahri menjalani pemeriksaan perdana atas laporannya. Diperiksa selama tiga jam ia mengaku di cecar 12 pertanyaan terkait duduk permasalahan laporannya. Beberapa alat bukti baru dibawa Fahri untuk memperkuat laporannya. Bahkan, ia yakin laporannya mengandung unsur pidana dan bisa menetapkan Sohibul sebagai tersangka.

Sebelumnya, pada Kamis (8/3/2018) Fahri Hamzah mendatangi Sentra Pengaduan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polda Metro Jaya untuk melaporkan Sohibul Iman atas pencemaran nama baik dan fitnah. Laporannya diterima dengan teregistrasi dalam surat laporan LP/1265/III/2018/PMJ/Dit.Reskrimsus.

Dalam laporan Fahri, Sohibul Iman terancam dijerat 27 Ayat 3 dan Pasal 43 Ayat 3 UU Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) dan atau Pasal 311 KUHP dan atau 310 KUHP tentang Pencemaran Nama Baik. (yendhi/yp)