Monday, 24 September 2018

Sudah Enak jadi Brondong Malah Bawa WIL ke Rumah

Senin, 19 Maret 2018 — 6:47 WIB
inifoto

DI kala cari kerja tidak gampang, Amirudin, 28, dijadikan “brondong” Karmilah, 38, sebetulnya cukup enak. Yang cari nafkah istri, sedangkan dia cukup jadi pejantan. Tahu-tahu Amirudin suka bawa WIL ke kamar. Tentu saja Karmilah marah. Amirudin diceraikan dan diusir dari rumah megahnya.

Kini mencari kerja semakin susah, sehingga banyak cowok yang siap jadi “brondong” wanita kesepian. Dia tak perlu kerja, karena yang kerja justru istrinya. Syarat lelaki brondong adalah, rajin minum obat kuat, sehingga di ranjang tetap rosa-rosa macam Mbah Marijan. Tapi banyak juga brondong yang jenuh, sehingga diam-diam punya WIL yang lebih menjanjikan, meski resikonya harus siap-siap di PHK istri bila ketahuan.

Usia Amirudin, memang belum kepala tiga. Tapi dia punya istri jauh lebih tua 10 tahun, yakni si Karmilah, menejer perusahaan swasta di Surabaya. Gajinya memang besar, sehingga cukup untuk membiayai rumahtangga meski suaminya hanya panji klantung alias pengangguran.

Dulu Amirudin mau diajak menikah Karmilah juga karena keterbatasannya itu, sampai usia 25 tahun masih nganggur, cari kerja tak dapat-dapat. Kok kemudian ada cewek perawan tua naksir dirinya. Wajahnya memang pas-pasan, tapi dia pintar cari duit, terbukti punya jabatan penting di perusahaan swasta.

Syarat menjadi suami Karmilah sangat mudah. Cukup fotokopi ijazah terakhir, SKCK dari kepolisian, pasfoto 4×6 sebanyak 2 lembar, dan rajin minum jamu dan obat kuat. Ini yang paling penting, sementara yang lain hanya formalitas. “Kalau kamu siap, dua bulan lagi menikah,” kata Karmilah pada si calon brondong.

Karena tak ada pilihan lain, Amirudin akhirnya mau juga jadi suami Karmilah, meski semuanya atas sponsor istri. Boleh dikata dia hanya modal dengkul yang yang kuat! Dan sejak jadi suami Karmilah pekerjaan Amirudin siang hari hanya memasak dan mencuci, termasuk nyapu dan ngepel. Sampai-sampai anak-anak tetangga suka nyindir pakai lagu “Udin sedunia”, “Udin yang pinter masak, namanya Amirudin…..!”

Tiap hari hanya di rumah, lama-lama jenuh juga. Untuk mengisi kesepian Amirudin main medsos, dan lewat layanan internet itulah dia kenal cewek cantik yang jauh lebih menarik dari istrinya. Sejak itu Amirudin berani main api. Pas istri di kantor dia bawa perempuan itu ke rumah dengan segala aktivitasnya. Bahkan sampai sudah punya anak dari Karmilah, Amirudin tetap memelihara WIL-nya tersebut.

Suatu saat gambar Amirudin bersama WIL masuk FB dan kebaca teman sekantor Karmilah. Maka dia menanyakan, “Kok saya lihat suamimu foto mesra dengan perempuan teman saya.” Tentu saja Karmilah kaget. Sama sekali dia tak menduga bahwa suaminya yang kelihatan lugu dan penurut, ternyata diam-diam mengkhianati dan membohongi dirinya.

Karmilah mencoba klarifikasi pada Amirudin, ternyata dia tak bisa mengelak dan mengakui apa adanya. Habis sudah kesabaran Karmilah, sehingga dia pun menggugat cerai ke Pengadilan Agama Surabaya. Bila proses perceraian selesai, anak itu akan menjadi hak asuh Karmilah dan Amirudin diusir dari rumah pribadinya di daerah Rungkut Menanggal itu. “Biar dia tinggal di perko (emper toko) bersama gendakannya,” kata Karmilah kesal.

Punya WIL cantik tapi nganggur, makan tuh WIL. (JPNN/Gunarso TS)