Thursday, 26 April 2018

Farhat Abbas Akan Laporkan Syahrini ke Polda Jawa Timur

Selasa, 20 Maret 2018 — 0:26 WIB
Foto yang viral di media sosial termasuk Instgam

Foto yang viral di media sosial termasuk Instgam

DEPOK – Terkait tindakan penyanyi cetar membahana, yang melakukan selfi di jaln tol membuat pengacara kondang Farhat Abbas beserta sejumlah tim gabungan pengacara akan mempolisikan Syahrini di Polda Jawa Timur.

Menurut Farhat Abbas dia bersama teman-teman dari Advokat Indonesia Raya (AIR) dan Pengacara Nusantara Selasa (20/3/2018) akan membuat laporan terkait atas tindakan Syahrini melakukan selfie di jalan bebas hambatan ke Polda Jawa Timur.

“Ya besok kita akan membuat laporan resmi melaporkan Syahrini terkait kasus foto selfi yang dilakukan di jalan tol. Sesuai Undang-undang jelas dilarang melakukan selfi di jalan tol. Pembuatan laporan langsung Ketua DPW Pengacara Nusantara Nurdin Dkk,” ujarnya kepada wartawan di salah satu cafe bilangan pusat perbelanjaan ternama di Depok, Senin (19/3/2018).

farhatdkk

Farhat Abbas (kiri kemeja biru corak kotak-kotak) didampingi tim pengacara dalam jumpa pers. (Angga)

Farhat mengatakan, meski secara pribadi Syahrini ditemani langsung pengacara kondang Hotman Paris sudah meminta maaf. Tapi menurut Farhat,tindakan Syahrini selaku publik figure artis dapat mendapatkan hukuman.

“Perbuatan Syahrini sudah tidak baik dan menganggu ketertiban umum. Dengan hanya meminta maaf seperti habis minum kopi di warung dengan meminta maaf permasalahan kelar. Tidak ada orang kelas 1, kelas 2, maupun VIP tidak dapat dihukum, hukum tetal ditegakan sesuai undang-undang yang berlaku,”tegas mantan suami dari penyanyi Nia Daniaty ini.

Sebagai pengacara, Farhat terus mengawal teman-teman dari Advokat Indonesia Raya Bersatu, Pengacara Nusantara, terkait kasus Syahrini foto selfi di tol hingga ke meja pengadilan.

“Untuk persiapan besok buat melaporkan Syahrini ke Polda Jawa Timur, tim sudah menyiapkan segala sesuatu termasuk barang bukti, saksi-saksi juga. Tidak ada alasan pihak kepolisian yaitu Polda Jawa Timur untuk tidak menerima laporannya, jika tidak pihaknya akan melaporkan ke Propam dan akan memprapradilankannya,”tutupnya.

Dalam jumpa pers turut hadir Ketua Umum Indonesia Raya Bersatu Hendra Dimun, Pengacara Nusantara, Rudi Nasution, dan Wakil Ketua AIR Tatang. (Angga/b)