Monday, 22 October 2018

INASGOC Bukan Penentu Penggunaan SUGBK

Selasa, 20 Maret 2018 — 7:37 WIB
Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) (cw4)

Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) (cw4)

JAKARTA – Panitia Asian Games (INASGOC) bukan menjadi satu-satunya penentu penggunaan Stadion Utama Gelora Bung Karno Jakarta pada saat Indonesia menghadapi Asian Games 2018.
Tetapi, penggunaan stadion kebanggaan Indonesia tersebut harus dikoordinasilan dengan PSSI dan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) yang bertanggung jawab dengan renovasi Stadion Utama GBK.

“Penggunaan Stadion Utama GBK memang harus dikoordinasikan dengan PSSI, Kementerian PUPR dan INASGOC,” kata Ketua INASGOC, Erick Thohir di Jakarta, Senin (19/3/2018).

Penegasan ini disampaikan Erick Thohir sehubungan adanya keinginan Persija Jakarta dan Persib Bandung untuk menggunakan Stadion Utama GBK sebagai tempat pertandingan Liga 1.
Ketika ditanyakan mengapa penggunaan Stadion GBK harus berkoordinasi dengan PSSI, Kementerian PUPR dan INASGOC?

TELAH SEPAKAT

Erick Thohir menjawab, “Dewan Olimpiade Asia (OCA) kan telah menetapkan Stadion Utama GBK hanya dipakai untuk pertandingan Atletik dan acara Pembukaan serta Penutupan Asian Games 2018. Apalagi, OCA dengan PSSI, Kementerian PUPR dan INASGOC telah menyepakati keputusan tersebut. Makanya, Persija dan Persib harus berkoordinasi sebagai persyaratan mutlak penggunaan Stadion Utama GBK.”

Erick Thohir yang juga Ketua Komite Olimpiade Indonesia (KOI) juga mengingatkan pada saat pelaksanaan Asian Games 2018 ditiadakan pertandingan olahraga di Indonesia. Sebab, Asian Games adalah event olah raga Indonesia secara menyeluruh.

Secara terpisah, mantan Manajer Persija Jakarta, IGK Manila mengatakan, komitmen Erick Thohir tidak perlu diragukan dalam membangun olahraga. “Tidak perlu diragukan lagi komitmen Erick Thohir dalam membangun olahraga Indonesia. Dan, saya berharap Erick Thohir sebagai Ketua INASGOC bisa menggelar Asian Games 2018 dengan sukses seperti yang diharapkan pak Jokowi. Sukses penyelenggaraan, prestasi dan ekonomi,” katanya. (prihandoko/bu)