Sunday, 22 July 2018

Kapolsek Ini Lewat Subuh Keliling Ungkap Kejahatan

Selasa, 20 Maret 2018 — 1:40 WIB
Kapolsek Tangerang Kota Kompol Ewo Samino

Kapolsek Tangerang Kota Kompol Ewo Samino

MENJADI seorang polisi, harus rela berlama-lama meninggalkan keluarganya. Namun, karena sudah tekad dan menjiwai pekerjaan polisi, bukan persoalan bagi Kapolsek Tangerang Kota Kompol Ewo Samino. Ia rela meninggalkan keluarganya demi menjalankan tugasnya sebagai seorang polisi.

Jauh sebelum berkeluarga, dia selalu mengatakan kepada calon istrinya bakal banyak bertugas di luar rumah. Sehingga bahtera rumah tangga yang dia jalani bersama istrinya tetap harmonis dan bahagia. Seperti sumpah dan janjinya sebagai anggota Krops Bhayangkara, Ewo Samino pun bersemangat menjalankan tugasnya.

“Sudah resiko seorang polisi harus meninggalkan keluarga demi bertugas. Istri dan anak-anak sudah tahu pekerjaan dan resiko suami dan bapaknya sebagai anggota Polri,” katanya. Resiko itu tak ada artinya, tak kala tugas yang diembannya membuahkan hasil manis. Sejumlah kasus kejahatan berhasil diungkap Ewo bersama anak buahnya.

SULING

Mulai pembunuhan, perampok, pencurian, asusila, hingga penggelepan. Terakhir kasus karyawan restoran ayam melarikan uang perusahaan Rp850.000 diungkapnya. Kepiawiannya membongkar berbagai kasus kejahatan salah satunya berkat dia meluangkan waktu menyambangi tokoh agama, pondok pesantren, sekolah hingga menggiatkan subuh keliling (suling) di sejumlah musalah atau mesjid.

“Dari sini biasanya kami mendapat informasi pelaku kejahatan,” kata Ewo. Tak heran, dia dikenal warganya rajin blusukan sekaligus memberikan contoh kepada anak buahnya dalam menciptakan Kamtibmas. Seperti saat menyambangi Sekolah SMK PGRI 1, Jl. Perintis Kemerdekaan, Kel.Babakan.

Bukan hanya memberikan penyuluhan, tapi memberikan motivasi masa depan kepada para siswa. “Di era digitalisasi serba internet, para pelajar dituntut lebih giat belajar karena persaingan tekhnologi semakin ketat. Jika tidak, kelak akan menyesal,” imbuh.

RUTIN

Sedangkan kepada tokoh agama, masyarakat dan ormas dia tak henti-hentinya memberikan himbauan Kamtibmas sesuai Perpu No. 2 Tahun 2017. “Awasi anak kita agar tidak salah bergaul, sehingga terhindar dari bahayanya penyalahan narkoba, kenakalan dan pergaulan bebas, atau ajaran radikalisme,” tukasnya.

Dia mengaku kegiatan rutin seperti ini dia lakukan seminggu tiga kali di luar tugas pokok dan fungsi Polri. “Bila masyarakat disapa dengan rajin silahturami, mereka tanpa diminta akan memberikan apa yang kami butuhkan,” ucapnya. (imam/iw)