Sunday, 18 November 2018

Pemilik 30 Kg Sabu Ditembak, Dua Lagi Menyerah

Selasa, 20 Maret 2018 — 19:15 WIB
Deputi Pemberantasan BNN Irjen Pol Arman Depari memaparkan pengungkapan peredaran 30 kg sabu

Deputi Pemberantasan BNN Irjen Pol Arman Depari memaparkan pengungkapan peredaran 30 kg sabu

MEDAN – Petugas Badan Narkotika Nasional (BNN) menggagalkan peredaran 30 kg sabu-sabu di Medan, Sumatera Utara . Tiga tersangka ditangkap dari dua lokasi berbeda, namun satu tersangka ditembak karena mencoba kabur.

Deputi Pemberantasan BNN Irjen Pol Arman Depari, Selasa (20/3/2018) mengatakan satu tersangka ditembak bernama Ambri Harahap alias Kumay, penduduk Jalan Cimpedak, Desa Rimba Sekampung, Dumai Kota, Riau.

“Tersangka Ambri ditembak pukul 08.00 Wib di Jalan Tritura Medan. Ambri mencoba kabur dan melakukan perlawanan,”kata Arman.

Awal terungkap, setelah petugas menangkap Khalidi dan Bahtiar di Jalan Medan-Binjai, Senin (19/3) sekitar pukul 23.00 Wib. Dari lokasi itu disita 20 kg sabu-sabu.

“Narkoba itu berasal dari Malaysia dan diselundupkan melalui Aceh untuk selanjutnya dibawa ke Medan,”ucap Arman.

Untuk memuluskan aksinya, masih kata Arman, tersangka memasukkan narkoba dalam 2 karung dan disembunyikan dibawah tumpukan kelapa di mobil pickup.

Selanjutnya, petugas melakukan pengembangan dan menangkap dua tersangka yakni Ambri Harahap dan Iwan di Jalan Tritura depan sekolah Prime One School. Petugas menyita 10 kg sabu.

“Ambri dan Iwan disergap saat berupaya memindahkan narkoba dari mobil Toyota Fortuner warna silver dengan nomor polisi BM 1377 RE ke becak bermotor (betor),”jelas Arman.

Namun, tersangka Ambri, melawan . Petugas memberikan tembakan peringatan tetapi tak dihiraukan sehingga petugas menembak punggung tersangka tembus ke perut.

“Tersangka Ambri dirawat di RS Bhayangkara Medan. Ambri merupakan pengendali peredaran narkoba dan masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) BNN,”ungkap Arman. (samosir/b)