Tuesday, 23 July 2019

First Travel Keluarkan Rp 1 Miliar untuk Syahrini

Rabu, 21 Maret 2018 — 16:47 WIB
Syahrini  (yendhi)

Syahrini (yendhi)

DEPOK – Sekitar lebih Rp 1,7 miliar dikeluarkan oleh First Travel untuk sejumlah artis terkenal sebagai akomodasi perjalanan ke luar negeri dalam kurun waktu dua tahun.

“Dana sebesar Rp 1,7 miliar dikeluarkan First Travel untuk media promosi yang dilakukan oleh sejumlah artis terkenal seperti Rini Fatimah Jaelani alias Syahrini, Vicky Veranita Yodhasoka Shu atau Vicky Shu, Almarhum Yulia Rahmawati atau Yulia Perez, Chandra Ariati Dewi Irawan (Ria Irawan) dan Merry Putrian,” kata Regiana Azhra, mantan pegawai First Travel dalam kesaksian dalam sidang tiga terdakwa bos First Travel di Pengadilan Negeri (PN) Depok, Rabu (21/3).

Kesaksian tersebut diutarakan, Regiana Azhra karyawan First Travel yang jadi saksi di sidang yang dipimpin Hakim Ketua Soebandi dan hakim anggota Teguh A dan Endang dan tim Jaksa Penuntut Umum (JPU) dipimpin Heri Jerman.

Dana sebesar itu untuk memberangkatkan Syahrini sebesar Rp 1 miliar, alm. Yulia Perez Rp 400 juta, Ria Irawan Rp 200 juta, Vikcky Shu Rp 108 juta dan Merry Putrian Rp 54 juta. Untuk pemberangkatan, ujar saksi dalam sidang tersebut, Syahrini membawa sekitar 11 orang (anggota keluarga) dengan fasilitas gratis enam tiket bisnis, 12 paket umroh.

 

Mendengar penjelasan saksi tersebut sejumlah korban calon jamaah umrah kontan berteriak hingga membuat suasana ruang sidang Garuda di PN Depok terdengar gaduh. Tidak itu saja ke tiga bos Fisrta Travel yaitu Andika Surachman, Anniesa Hasibuan dan Siti Nuraida Hasibuan (Kiki) yang diduga melakukan penipuan puluhan ribu calon jamaah umrah juga tidak luput dari makian pengunjung sidang.

suasanasidangfirts

Ketiga terdakwa bos First Travel saat mengikuti sidang di PN Depok. (anton)

Ketiga terdakwa tersebut diduga telah melakukan penipuan dan tindak pidana pencucian uang (TPPU) tehadap sekitar 63 ribu orang calon jaamaah umroh dengan kerugian diperkirakan mencapai Rp 905 miliar. Sidang akan dilanjutkan Senin mendatang untuk mendengarkan saksi lainnya. (anton/b)