Wednesday, 19 September 2018

Ini Isi Pidato Prabowo Indonesia Bubar 2030

Rabu, 21 Maret 2018 — 18:46 WIB
Ketua Umum Partai Gerakan Indonesia Raya  (Gerindra) Prabowo Subianto.(ikbal)

Ketua Umum Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) Prabowo Subianto.(ikbal)

JAKARTA –Video Pidato Ketum Gerindra Prabowo Subianto di Universitas Indonesia tentang prediksi Indonesia akan bubar pada 2030 menjadi polemik dan terus bergulir. Berbagai pihak mengomentari termasuk diantaranya Istana yang mempertanyakan.

“Kalau Pak Prabowo menyatakan 2030 Indonesia bubar itu dasarnya apa? Itu perlu ditanya juga, kan, harus ada kajian ilmiah, analisis,” kata Staf Khusus Presiden Bidang Komunikasi Johan Budi, Rabu (21/3).

Menurut Johan, pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla saat ini justru ingin menjadikan Indonesia negara maju. Pemerintah juga mencanangkan program Indonesia Emas pada 2045 sehingga tak mungkin sebelum itu negara bubar.

Sebelumnya, video pidato Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto di unggah akun facebook Partai Gerindra. Pernyataan itu pernah diucapkan Prabowo di ruang Auditoriun FEB UI, Selasa 18 September 2017. Dari pidato itu antara lain diucapkan bahwa Indonesia bisa bubar di tahun 2030. Berikut pidato Prabowo yang didalamnya ada kalimat ‘Indonesia bubar 2030’:

Saudara-saudara!

Kita masih upacara, kita masih menyanyikan lagu kebangsaan, kita masih pakai lambang-lambang negara, gambar-gambar pendiri bangsa masih ada di sini, tetapi di negara lain mereka sudah bikin kajian-kajian, di mana Republik Indonesia sudah dinyatakan tidak ada lagi tahun 2030.

Bung!
Mereka ramalkan kita ini bubar, elite kita ini merasa bahwa 80 persen tanah seluruh negara dikuasai 1 persen rakyat kita, nggak apa-apa.

Bahwa hampir seluruh aset dikuasai 1 persen, nggak apa-apa.
Bahwa sebagian besar kekayaan kita diambil ke luar negeri tidak tinggal di Indonesia, tidak apa-apa.

Ini yang merusak bangsa kita, saudara-saudara sekalian!
Semakin pintar, semakin tinggi kedudukan, semakin curang! Semakin culas! Semakin maling!

Tidak enak kita bicara, tapi sudah tidak ada waktu untuk kita pura-pura lagi.(us)