Sunday, 16 December 2018

Indonesia Kejar Ketertinggalan Nilai Ekspor Dari Taiwan

Minggu, 25 Maret 2018 — 10:33 WIB
ilustrasi

ilustrasi

JAKARTA –   Indonesia terus mengejar ketertinggalan nilai ekspor dengan Taiwan kendati potensi kerjasama perdagangan berpeluang besar lantaran mencatat pertumbuhan ekonomi yang positif.

“Potensi itu diwujudkan Indonesia dengan menetapkan target pertumbuhan ekspor nasional ke Taiwan, sebesar 7,8% pada 2018,” ujar Dirjen Pengembangan Ekspor Nasional (PEN) Kementerian Perdagangan, Arlinda, saat bertemu 200 pelaku usaha dari Indonesia dan Taiwan dalam rilisnya yang diterima wartawan di Jakarta, Sabtu (24/3).

Karena itulah Indonesia terus memperbarui dan membuka ekonominya. Hasilnya, peningkatan dalam kemudahan berbisnis, dan nilai investasi yang mendukung kemudahan berusaha di Tanah Air. Contohnya, peringkat kemudahan berusaha (ease of doing business/EODB) naik dari 91 ke 72 di tahun 2018.

Kemendag RI mencatat pada 2017, total ekspor Indonesia ke Taiwan mencapai 1,89% total impor Taiwan dari dunia. Sementara itu, total ekspor Taiwan ke Indonesia tahun 2017 sebesar 2% dari total impor Indonesia di seluruh dunia. Tren menurun terjadi dalam periode 2012-2016 dimana ekspor nonmigas dari Indonesia ke Taiwan hanya 9,11% dari 4,09 milyar dolar AS pada 2012 menjadi 2,57 milyar dolar AS pada 2016.

Namun, pada 2017 ekspor nonmigas Indonesia ke Taiwan tumbuh 10,69% dibandingkan tahun 2016.

Lima produk ekspor utama dari Indonesia ke Taiwan adalah batu bara, batu bara bitumen, timah, kayu lapis, limbah tembaga, dan scrap. Sementara itu, lima produk utama yang diimpor dari Taiwan ke Indonesia adalah kain tenun, kain rajutan, generating set, other of electronic integrated circuits, serta suku cadang untuk electronic integrated circuits and microassemblies. (rinaldi)