Wednesday, 26 September 2018

Kapolsek Beji Deklarasi Anti Tawuran dan Hoax di Sekolah

Selasa, 27 Maret 2018 — 10:14 WIB
Kapolsek  Beji Kompol Yenny bersama anggota memberikan sosialisasi anti tawuran dan deklarasi hoax di SMK Citra Negara (angga)

Kapolsek Beji Kompol Yenny bersama anggota memberikan sosialisasi anti tawuran dan deklarasi hoax di SMK Citra Negara (angga)

 DEPOK – Kapolsek Beji Kompol Yenny Angreni Sihombing bersama anggota blusukan ke sekolah-sekolah, dalam rangka deklarasi anti tawuran dan StopHoax.

Dalam kesempatan pertama Kapolsek Beji Kompol Yenny Angreni Sihombing bersama Kanit Binmas Iptu Mulyadi, serta sejumlah anggota binmas dan Sabara memberikan sosialisasi tidak tawuran dan bijak menerima informasi yang ada supaya tidak sampai terjadi hoax.

“Levelan anak remaja di usia SMA paling rentan terhadap pergaulan lingkungan yang tidak benar. Untuk itu kita anggota Beji berinisiatif keliling sekolah khususnya sekolah rawan tawuran diberikan pembekalan imbauan kamtibmas soal tawuran dan narkoba serta mengajarkan bagaiaman menghindari informasi hoax bagi orang lain,” ujarnya kepada Poskota di Sekolah Citra Negara, Beji, Kota Depok, Selasa (27/3/2018) pagi.

Sebagai mantan atlit judo nasional, jiwa  olahragawan bela diri sangat tertib dalam peraturan. Hal itu diajarkan Kompol Yenny sebagai pengetahuan kepada ratusan pelajar bagaiamana cara untuk melindungi diri terutama dari pergaulan.

“Kita berikan pemahaman kepada pelajar termasuk guru yang ada untuk bijak menerima informasi yang diperoleh dari orang lain. Kroscek kebenaran informasi tersebut sebelum di share ke media sosial supaya tidaj terjadi hoax sehingga merugikan orang lain,”katanya.

Selain sosialisasi anti tawuran, lanjut Kapolsek, juga melakukan deklarasi anti hoax bersama para ratusan pelajar dan guru SMK Citra Negara.

“Mari kita berperan ikut menjaga keamanan NKRI dari informasi-informasi yang belum betul kebenarannya dapat memecah belah persatuan dan kesatuan bangsa ini demi kepentingan orang lain. Sebagai generasi penerus bangsa, sejak dini pelajar merupakan salah satu aset bangsa dalam meneruskan cita-cita pembangunan nasional,”tutupnya. (Angga/tri)