Monday, 24 September 2018

Demo Driver Online Berbuah Manis, PM 108 Dibatalkan

Rabu, 28 Maret 2018 — 19:29 WIB
Driver taksi online demo minta PM 108  dibatalkan dan akhirnya berhasil (toga)

Driver taksi online demo minta PM 108 dibatalkan dan akhirnya berhasil (toga)

JAKARTA – Demo driver taksi online akhirnya menuai buah manis . Tuntutan mereka agar Peraturan Menteri Perhubungan (PM) 108 tidak diberlakukan terealisasikan hari ini (28/3/2018).

Tiga perwakilan driver taksi online yang masuk ke Istana Merdeka adalah Bayu, dari perwakilan driver taksi online Jogja, Andrian, perwakilan driver taksi online Jawa Barat dan seorang lainnya perwakilan driver taksi online Bogor. Mereka disambut oleh Kepala Staff Kepresidenan, Jenderal TNI Purnawirawan Moeldoko, selama 25 menit.

Ini bukan mediasi pertama bagi driver taksi online ini. Mereka keluar dari Istana sekitar pukul 18.15 WIB dan langsung disambut meriah oleh massa.

Ketika ketiga perwakilan tersebut menaiki mobil tempat orator, teriakan-teriakan allahu akbar pun menggema. Bahkan beberapa driver taksi online terlihat terharu.

“Alhamdulillah, tuntutan kita 1000% dikabulkan!” seru Andrian, koordinator ALIANDO perwakilan dari Jawa Barat, pada Rabu (28/3/2018) di Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat.

Teriakan kembali menggema. Para driver taksi online yang berkumpulkan kembali menggemakan ‘Allahu Akbar’ sebagai tanda syukur mereka.

Sebelumnya diketahui, massa yang tergabung dari driver taksi online ini menuntut agar PM 108 tidak diberlakukan, karena dianggap memberatkan mereka. Seperti stikerisasi, wilayah operasi, masalah ijin dan nomor polisi khusus taksi online. Serta, driver taksi online yang dikhususkan untuk bergabung di koperasi.

umumkankan

Perwakilan driver online naik ke mobil komando mengumumkan hasil pertemuan dengan Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko

PM 108 ini tidak diberlakukan sampai ada peraturan baru yang menggantikan peraturan tersebut. “Peraturan Permenhub 108 itu tidak berlaku untuk online, sampai terjadi perumusan-perumusan yang akhirnya melibatkan insan online keseluruhan,” pungkas Andrian. (cw2/b)