Sunday, 22 July 2018

Istri Nampaknya Kurang Gaul Ternyata Biasa Digauli Orang

Rabu, 28 Maret 2018 — 6:58 WIB
lugu

SEBAGAI suami Partono, 40, benar-benar merasa kecolongan. Istrinya, Nasiti, 37, yang nampaknya lugu kurang gaul, ternyata…..eh, sudah biasa digauli orang. Saat dia pulang kerja lebih awal memergoki bagaimana Nastiti diobok-obok bekas kekasih lamanya. Langsung saja Partono menggugat cerai.

Air tenang menghanyutkan, begitu kaya pepatah. Artinya adalah, diamnya seseorang kadang justru membahayakan. Maka yang kelihatan alim, sejatinya dzolim. Sebaliknya yang kelihatan seperti badut, hatinya malah lembut. Maka orang Jawa punya pepatah: giri lungsi jalma tan kena ingina (jangan meremehkan orang).

Partono warga Trenggilis Mejoyo, selama ini merasa bahagia hidup bersama Nastiti yang telah menemani suka dan duka selama 10 tahun perkawinan. Meski cantik, istrinya itu tidak pernah macem-macem. Cara bersolek biasa saja, tak pernah gila tas, tak pernah gila sepatu, apa lagi baju. Apa pemberian suami diterima dengan baik, tidak pernah menuntut yang aneh-aneh.

Maka dia suka pamer pada teman-temannya, jika ada lomba wanita teladan se Surabaya, pastilah istrinya akan menyabet juara. Soalnya jarang wanita yang nerima macam istrinya itu. Tak pernah kelayaban ke rumah tetangga, selalu di rumah momong anak. Pokoknya, tahunya Nasiti ini hanya mamah karo mlumah.

Kadang Partono merasa berdosa sendiri. Sementara istrinya lugu dan kurang gaul, dia sendiri di luaran suka menggoda cewek yang kelihatan cantik. Namun demikian dia juga nembela diri, semua itu hanya sekedar untuk pergaulan, tak sampai meningkat jadi menggauli. Kata Partono, tak semua koalisi harus berakhir dengan eksekusi.

Tapi semua citra positif yang dimiliki Nastiti, mendadak rontok beberapa hari lalu. Itu terjadi ketika Partono pulang kantor lebih cepat dari biasanya. Setibanya di rumah kok dia melihat ada lelaki dan perempuan sedang bermesraan di ruang tamu. Begitu jelas detilnya, Partono terpana, sebab itu ternyata istri sendiri.

Sebetulnya dia ingin segera menghajar lelaki itu, tapi keburu dianya kabur duluan. Walhasil yang bisa diinterogasi tinggal istri sendiri. Kata Nastiti, dia asalah bekas kekasih lamanya. Berapa kali dia sering ke rumah? Katanya, nggak keitung. Asal situasinya mantap terkendali pasti main ke rumah dan dari koalisi dilanjutkan pula dengan eksekusi.

Kepala Partono nyaris pecah rasanya mendengar kejujuran istrinya sekarang. Berarti selama ini dia hanya dapat barang restan, habis dipulung orang. Gara-gara itu dia menjadi jijik atas istri sendiri. Maka tanpa mengingat dan menimbang, langsung saja dipurutukan: cerai! Besok akan segera membawa istrinya ke Pengadilan Agama Surabaya.

Makanya lain kali istri musti dipasangi spedometer, biar ketahuan. (JPNN/Gunarso TS)