Tuesday, 20 November 2018

Lagi, Lima Anggota DPRD Kota Malang Ditahan KPK

Rabu, 28 Maret 2018 — 17:46 WIB
anggota DPRD Kota Malang, Mohan Katelu dan Salamet ditahan KPK (julian)

anggota DPRD Kota Malang, Mohan Katelu dan Salamet ditahan KPK (julian)

JAKARTA РLima dari enam anggota DPRD Kota Malang yang hari ini memenuhi panggilan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) langsung ditahan usai menjalani pemeriksaan, Rabu (28/3/2018).

Mereka adalah Salamet, Mohan Katelu, H.M. Zainuddin AS, Suprapto, dan Wiwik Hendri Astuti. Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Febri Diansyah mengatakan, kelima orang tersangka kasus dugaan suap pembahasan APBD-P Pemkot Malang tahun anggaran 2015 tersebut ditahan di rumah tahanan negara (Rutan) berbeda.

“SAL (Drs. Salamet) dan MKU (Mohan Katelu) di Rutan Polres Jakarta Selatan, MZN (HM Zainuddin AS) di Rutan Klas 1 Jakarta Timur cabang KPK yang berlokasi di Pomdam Jaya Guntur, SPT (Suprapto) di Rutan Klas 1 Jakarta Timur cabang KPK, dan WHA (Wiwik Hendri Astuti) di Rutan Klas 1 Jakarta Timur cabang KPK,” kata Febri, di Gedung KPK, Setiabudi, Jakarta Selatan, Rabu (28/3/2018).

Febri menerangkan, pemahaman terhadap kelima orang tersangka itu untuk mempermudah pendidikan. “Ditahan 20 hari pertama,” imbuh Febri.

Pantauan Poskotanews.com, kelima orang itu digiring ke rutan secara bergiliran. Suprapto, Zainuddin, dan Wiwik, dibawa lebih dahulu sekitar pukul 16.30 WIB. Menyusul kemudian Salamet dan Mohan Katelu sekitar 10 menit kemudian.

Masing-masing mengenakan rompi warna oranye khas tahanan KPK. Saat digelandang ke mobil tahanan KPK, para tersangka itu kompak bungkam.

Sedianya, penyidik KPK juga memanggil Sahrawi untuk diperiksa sebagai tersangka. Namun anggota DPRD Kota Malang ini mangkir dari panggilan tersebut.¬† “Satu tersangka tidak memenuhi panggilan KPK, yaitu SAH,” tuntas Febri.

Kemarin, penyidik KPK pun menahan enam anggota DPRD Kota Malang dan Walikota Malang, Mochamad Anton, setelah diperiksa sebagai tersangka kasus tersebut.

Keenam anggota DPRD Kota Malang yang telah ditahan itu adalah Ya’qud Ananda Gudban (YAG/ Anggota DPRD Kota Malang sekaligus calon Walikota Malang), Heri Pudji Utami (HPU/ Anggota), Abd. Rachman (ABR/ Anggota), Hery Subiantono (HS/ Anggota), Rahayu Sugiarti (RS/ Anggota), dan Sukarno (SKO/ Anggota).

Masing-masing ditahan di rutan berbeda. Anton di Rutan Pomdam Jaya Guntur, Nanda dan Heri Puji Utami di Rutan Pondok Bambu, Rahayu di Rutan KPK, Hery Subiantono dan Sukarno di Rutan Polres Jakarta Timur dan Abd. Rahman di Rutan Polres Jakarta Selatan.

“Penyidik menahan mereka selama 20 hari pertama,” kata Febri, di Gedung KPK, Jalan Kuningan Persada, Setiabudi, Jakarta Selatan, Selasa (27/3/2018) malam.

Sebelumnya, KPK mengumumkan penetapan Walikota Malang, Mochamad Anton bersama 18 pimpinan dan anggota DPRD Kota Malang sebagai tersangka, Rabu pekan lalu.

Mereka diduga turut bersama-sama atau secara massal memberi dan menerima suap terkait pembahasan APBD-P Pemkot Malang tahun anggaran 2015. Penetapan sebanyak 19 tersangka ini merupakan pengembangan penanganan kasus serupa yang saat ini perkaranya tengah diproses di PN Tipikor Surabaya.

Kasus ini sebelumnya menjerat Ketua DPRD Kota Malang periode 2014-2019, M. Arief Wicaksono, dan Kepala Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Pengawasan Bangunan (PUPPB) Pemkot Malang tahun 2015, Jarot Edy Sulistiono. (julian/win)