Thursday, 15 November 2018

Menggelorakan Asian Games

Kamis, 29 Maret 2018 — 4:48 WIB

LIMA bulan lagi Asian Games 2018 digelar. Pesta olahraga musim panas Asia di Jakarta-Palembang itu dijadwalkan pada 18 Agustus sampai 2 September 2018, dan akan diikuti 45 negara.

Asian Games 2018 yang akan digelar di Indonesia adalah untuk kali kedua. Sebelumnya pada 1962, Indonesia juga menjadi tuan rumah pesta olahraga bangsa-bangsa Asia yang ke empat , yakni pada 24 Agustus sampai 4 September.

Menyongsong hajatan Asian Games ke XVIII itu, pihak penyelenggara berupaya memasyarakatkan pesta olahraga itu. Simbol-simbol baik itu simbol Asian Games maupun cabang olahraga (cabor) yang bakal ditampilkan dipasang di mana-mana.

Bukan itu saja, Pemprov DKI Jakarta maupun Pemprov Sumatera Selatan sebagai daerah yang ketempatan digelarnya Asian Games ke X VIII terus berbenah. Selain venue, Jakarta dan Palembang membenahi dan mempercantik wajah kotanya.

Jakarta, misalnya, bagai tak pernah diam terus memoles wajah kota. Sederet perkampungan dibikin berkelir. Sheet pile waduk maupun kali dicat warna-warni. Contohnya, Waduk Sunter, Jakarta Utara kini bak pelangi yang enak dipandang.

Monas, taman kebanggaan warga Jakarta tak ketinggalan dipermak. Selasa (26/3/18), proyek penataan sisi barat Monas rampung dan telah diresmikan Wakil Gubernur Sandiaga Uno. Kondisi taman yang berlokasi di jantung Ibukota itu, kini tak kalah cantik dari Central Park di New York.

Selain sarana dan prasarana, Gubernur Anies Baswedan dan Wakil Gubernur Sandiaga Uno keluar masuk kampung memasyarakatkan Asian Games 2018. Warga didorong menyukseskan hajat pesta olahraga bangsa-bangsa Asia tersebut.

Maklum, meski tinggal hitungan bulan, tetapi hajat Asian Games terasa masih kurang greget. Warga sepertinya belum demam dengan Asian Games 2018.

Menggerakkan masyarakat tidak ada salahnya bila penyelenggaran maupun Pemprov DKI Jakarta menggelar aneka kegiatan secara masif untuk disipi kampanye Asian Games 2018, baik menyangkut cabor yang bakal dipertandingkan dan diperlombakan maupun lainnya.

Pendek kata, pesta olahraga musin panas Asia harus terus digelorakan. Buatlah masyarakat demam Asian Games XVIII, karena kegiatan ini bukan sekadar olahraga semata, tetapi nama bangsa dipertaruhkan. Asian Games dalah momentum Indonesia untuk melambungkan citra di mata dunia. @*