Wednesday, 20 June 2018

Mencari Alasan untuk Pusing

Sabtu, 31 Maret 2018 — 5:42 WIB
dulka

Oleh S Saiful Rahim

“APA yang kau ketahui selama liburan tiga hari, Dul?” tanya orang yang duduk di ujung kiri bangku panjang tepat ketika Si Dul meletakkan bokongnya di atas bagian bangku yang kosong di warung kopi Mas Wargo.

Sudah bisa diduga oleh siapa saja, juga Anda yang sedang membaca celoteh ini, Dul Karung tidak serta merta memberi jawaban. Dia hanya mengulur tangannya, mencomot singkong goreng yang masih kebul-kebul, dan mencaploknya.

“Dul! Kalau ditanya orang jawab dulu, baru makan. Itu tandanya orang beradab,” kata orang yang duduk tepat di kanan Dul Karung.

“Aku rasanya pernah mendengar ustadz Marzuki berkata, kalau kita mendengar azan di saat makanan sudah terhidang, makanlah dulu. Setelah itu baru salat. Aku masih ingat benar, kata mualim Marzuki itu sunah Rasul Saw. Apalagi ini cuma urusan orang bertanya,” jawab Dul Karung sambil dengan enaknya mengunyah singkong goreng dengan bibir yang termonyong-monyong karena kepanasan.

“Kalau yang kudengar akhir-akhir ini adalah Pak Prabowo Subianto masih belum memutuskan akan maju sebagai calon presiden apa tidak?” sambung Dul Karung setelah singkong gorengnya meluncur lancar di tenggorokan didorong air teh kenal manis hangat.

“Barangkali beliau tak yakin bertarung dengan Jokowi sekarang. Lima tahun lalu beliau dikalahkan Jokowi, padahal waktu itu beliau dan Jokowi sama-sama belum punya pengalaman jadi presiden. Apalagi sekarang Jokowi setidak-tidaknya sudah lima tahun berpengalaman jadi presiden,” kata orang yang entah siapa dan duduk di sebelah mana.

“Atau gara-gara novel “Ghost Fleet” yang berisi tulisan, antara lain, tahun 2030 Indonesia akan tamat gara-gara ada “Perang Timor” yang kedua. Kan Prabowo Subianto adalah satu-satunya tokoh yang mengangkat hal itu ke dalam pidato,” sambar orang yang duduk di ujung kanan bangku panjang.

“Ah, rasanya orang sekaliber Prabowo sih tidak bakal percaya pada novel fiktif macam itu. Ingat tidak, Lawrence E. Joseph ketua dewan direksi “Aerospace Consulting Corporation” yang berbasis di New Mexico dulu pernah menulis buku“Apocalypse 2012” yang isinya mengatakan pada tanggal 12 Desember 2012 dunia akan kiamat. Dunia pun geger tapi buktinya sampai sekarang dunia masih segar bugar,” tanggap orang yang duduk selang tiga di kanan Dul Karung, yang berpakaian necis dan berwajah cerdas sehingga tidak pantas duduk di warung kopi Mas Wargo.

“Bung sudah baca buku itu?” tiba-tiba Si Dul bertanya kepada orang yang baru kali ini terlihat di warung kopi Mas Wargo.

“Ya,” kata orang itu. “Dari 416 halaman buku, yang menyebut tentang atau kata Indonesia hanya di 7 halaman. Itu pun umumnya muncul dalam kalimat, tak sampai satu paragraf. Yang aneh, dalam buku itu disebut penyebab bubarnya Indonesia kelak adalah Perang Timor kedua. Padahal Perang Timor kesatu saja tidak ada, bagaimana akan timbul Perang Timor kedua?” sambungnya.

“Kalau begitu sih buku itu cuma mau mencari, atau membuat, pusing saja,” kata Dul Karung sambil meninggalkan warung. (Syahsr@gmail.com )