Thursday, 26 April 2018

Saatnya Menikmati Festival Pesona Tambora 2018

Sabtu, 31 Maret 2018 — 14:56 WIB
Pesona Tambora yang mengundang kekaguman. (dok. Kemenpar)

Pesona Tambora yang mengundang kekaguman. (dok. Kemenpar)

DOMPU – Kalau kamu menyenangi berpetualang di alam bebas, ada baiknya datang ke Taman Nasional Gunung Tambora (TNGT), 9-11 April. Ikuti keseruan Festival Pesona Tambora 2018. Dijamin tidak akan rugi.

Keindahan dan eksotisme Gunung Tambora sudah diakui dunia. Tak heran jika Menteri Pariwisata Arief Yahya ikut memujinya. Menurutnya, potensi Gunung Tambora sangat luar biasa. Pesonanya sudah tak terbantahkan. Untuk itu, Kemenpar memberikan dukungan penuh terhadap Festival Pesona Tambora 2018.

“Pariwisata akan menjadi lebih besar jika didukung dan dibesarkan melalui promosi yang baik. Promosi yang kita lakukan dengan berbagai channel, utamanya melalui media digital. Sehingga nantinya destinasi Gunung Tambora akan lebih mendunia lagi,” ungkap Menteri Arief Yahya.

Mantan Dirut PT Telkom ini menilai, seluruh potensi tersebut akan terekspose maksimal jika atraksi pariwisata yang ditampilkan di-manage. Serta dipromosikan dengan baik oleh Kemenpar, Pemerintah Daerah, dan GenPI.

“Sebuah event harus dipromosikan dengan baik. Sehingga nantinya dapat mengundang wisatawan datang. Time schedule-nya juga harus diperhatikan. Sehingga wisatawan bisa jauh-jauh hari mempersiapkan diri untuk datang,” ujar Menteri asal Banyuwangi ini

Menurutnya, FPT 2018 termasuk yang memiliki persiapan bagus. Untuk itu, Menpar yakin pelaksanaan tahun ini akan lebih meriah.

“FPT 2018 ini akan lebih meriah. Event-event yang ditawarkan lebih menarik. Semua bisa menyatu dengan eksotisme alam Gunung Tambora. Jadi jangan sampai dilewatkan begitu saja,” ungkapnya.

Buat kamu yang belum tahu, Gunung Tambora memiliki ikon yang sudah mendunia. Yaitu kaldera raksasa. Kaldera ini terbentuk pascaletusan dahsyat Gunung Tambora tahun 1815 lalu.

Kaldera ini menjadi salah satu yang paling diminati wisatawan domestik maupun mancanegara. Maklum, value kaldera raksasa ini cukup tinggi. Sebab, tidak semua taman nasional memilikinya. Rugi rasanya kalau sudah jauh-jauh ke Tambora tapi melewatkan peluang keajaiban alam ini.

Apalagi, Kaldera Tambora akan dikembangkan sebagai destinasi wisata. Fokusnya adalah untuk pendakian. Pengelolaannya tetap di Taman Nasional Gunung Tambora.

Keseriusan itu sudah terlihat. Sebab, TNGT sudah memiliki atraksi di empat jalur utama pendakian. Lebih tepatnya jalur pendakian Piong, Doro Ncanga, Kawinda Toi, dan Pancasila.

Buat para petualang, jalur pendakian yang disarankan adalah Kawinda Toi dan Pancasila. Sementara untuk konsep pendakian happy funs, dengan tidak mengurangi nilai adventure-nya, dibuka di jalur Doro Ncanga dan Piong.

Jalur Piong memiliki karakteristik relatif datar, track-nya tidak terlalu berat. Selain itu bisa dijangkau dengan kendaraan roda empat. Hanya memerlukan waktu dua sampai tiga jam untuk bisa menikmati Kaldera Tambora. Jalur ini juga bisa digunakan untuk wisata berkuda.

Track ke Kaldera Tambora sangat diminati pendaki gunung mancanegara.

Jadi jangan heran kalau bertemu bule-bule saat berjalan di jalur Kaldera Tambora. Kalau tidak percaya, lihat saja data Taman Nasional Gunung Tambora (TNGT).

Tahun 2017 lalu, 30.847 wisatawan mancanegara berkunjung ke TNGT. Jumlah itu didominasi turis asal Amerika Serikat, Belanda, Jerman, Malaysia, Singapura, dan Perancis.

Yang perlu diingat, untuk tahun 2018, Pendakian Gunung Tambora akan dilaksanakan pada 9 April.

Pada penyelenggaraan tahun ke-4, FPT 2018 disiapkan lebih detail. Penyelenggaraan festival ini melibatkan 5 kabupaten/kota se-Pulau Sumbawa. Mereka akan unjuk potensi dan kekhasan daerah masing-masing.

Untuk Untuk memanaskan FPT 2018, Tamborun dan touring pecinta motor gede (moge) akan digelar 1 April. Event ini akan melewati beberapa spot menarik termasuk Doro Canga. Konsep sport tourism juga semakin ditegaskan dengan Tambora Challange dengan rute lari sepanjang 320 kilometer.

Tambora Challange ini akan mengambil start dari Sumbawa Barat. Finishnya di wilayah Doro Canga, Kabupaten Dompu. Event ini berstatus internasional. Sebab, sedikitnya 8 negara menyatakan akan ambil bagian. Peserta mancanegara diantaranya berasal dari Malaysia dan Australia. Tambora Challenge akan melibatkan 50 atlet lari.

Menu internasional lainnya adalah surfing di Pantai Lakey. Peserta event ini juga dari beberapa negara. Mereka akan bersaing unjuk skill, sekaligus menikmati vibrasi harmoni pantai di Sumbawa.

Parade seni budaya tidak akan ketinggalan. Kegiatan kebudayaan ini akan digelar di Pekat Tambora. Selain itu, ada juga Sangiang yang digelar di wilayah Kabupaten Bima. (prihandoko)