Tuesday, 18 September 2018

Pariwisata Indonesia Kantongi Rp9,2 Miliar di Natas Travel Fair 2018

Senin, 2 April 2018 — 19:41 WIB
Menteri Pariwisata Arief Yahya. (dok. Kemenpar)

Menteri Pariwisata Arief Yahya. (dok. Kemenpar)

JAKARTA – Sukses besar dibukukan Industri pariwisata Indonesia dalam Natas Travel Fair 2018. Dari bursa pariwisata terbesar di Singapura, itu, 3.118 pax berhasil terjual. Natas Fair berlangsung 23-25 Maret 2018 lalu. Selama 3 hari pameran, 18 Exhibitor Indonesia membukukan total transaksinya lebih dari Rp9,2 miliar.

“Industri pariwisata kita berhasil mencatatkan 509 appointment, sebanyak 3.118 pax dengan nilai Rp9,239 miliar,” kata Deputi Bidang Pemasaran I Kementerian Pariwisata (Kemenpar) I Gde Pitana di Jakarta.

Pitana mengatakan, hasil tersebut muncul setelah pengumpulan kuisioner dari penyebaran yang dilakukan melalui 18 exhibitor selama 3 hari pameran.

Hal ini tentu mengembirakan. Karena terjadi peningkatan dibandingkan tahun lalu. Total transaksi tahun ini meningkat 44% dari sisi pax yang terjual. Serta melonjak 35% dari sisi total transaksi yang berhasil diraih.

“Tahun ini melonjak tajam, pada tahun lalu, hasil transaksi sebanyak 2,171 pax senilai Rp6,83 miliar. Kami juga mengumpulkan data kuisioner dari pengunjung yang bersedia mengisi form online sebanyak 363 responden. Hasilnya, sebagian besar menyatakan destinasi yang paling mereka minati adalah Kepri, Yogyakarta-Bromo-Malang, Bandung, dan Bali,” kata I Gde Pitana.

Dalam Natas Travel Fair 2018 yang digelar di Singapore Expo, Singapura, Kemenpar menggandeng 18 exhibitor. Yaitu terdiri atas 11 pelaku usaha travel agent/travel operator. Serta 7 usaha akomodasi dari Kepulauan Riau, Sumatera Selatan, Sumatera Utara, DKI Jakarta, Yogyakarta, Bali, dan Nusa Tenggara Barat.

Untuk menarik minat pengunjang dan exhibitor negara lain, booth Wonderful Indonesia menyiapkan coffee testing. Tidak ketinggalan juga pagelaran budaya juga kegiatan pelayanan informasi dan distribusi bahan promosi.

“Booth Wonderful Indonesia selalu ramai dipenuhi pengunjung. Selain bertransaksi mereka juga sangat antusias menggali informasi pariwisata Indonesia,” ujar Pitana.

Partisipasi Indonesia dalam ajang itu dianggap penting mengingat Singapura merupakan salah satu negara anggota ASEAN yang menjadi fokus pasar pariwisata Indonesia.

Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya mengatakan, Singapura masih menjadi tambang pasar terbesar bagi pariwisata Indonesia. Pada tahun 2017, jumlah wisman Singapura ke Indonesia sebanyak 1.512.813 orang. Atau, tumbuh 2,72 persen dibandingkan 2016. Sedangkan pengeluaran mencapai 157,73 dolar AS perhari, tertinggi nomor dua di Asia Tenggara dan nomor tiga di Asia setelah Brunei Darussalam (161,51 dolar AS) dan Sri Lanka (158,87 dolar AS).

“Singapura tetap menjadi lahan gemuk untuk terus dieksplor. Pertumbuhan kunjungan wisatawannya pun selalu positif. Target tahun ini 1,7 juta kunjungan wisman dari Singapura,” ujar Menpar Arief Yahya.

Soal atraksi dan aksesbilitas, Menpar Arief Yahya tak merasa khawatir. Letak geografis Singapura-Indonesia berdekatan. Waktu terbangnya tidak
lama. Akses pintu masuknya pun banyak, termasuk via pelabuhan di Batam-Bintan.

“Belum lagi keunggulan kompetitif dan komparatif dari atraksi yang dimiliki Indonesia, dengan alam dan budayanya. Saya yakin target akan tercapai. Contohnya di pameran Natas ini, hasilnya sangat bagus,” kata Menpar Arief Yahya. (prihandoko)