Tuesday, 23 October 2018

Politisi Yahudi AS Bernie Sanders Kecam Israel yang Tewaskan 17 Warga Palestina

Senin, 2 April 2018 — 11:59 WIB
Bernie Sanders, politisi Yahudi AS.(Ist)

Bernie Sanders, politisi Yahudi AS.(Ist)

AMERIKA SERIKAT – Kebanyakan politisi Amerika Serikat belum bersuara menanggapi kekerasan Israel terhadap rakyat Gaza dalam beberapa hari terakhir.

Bernie Sanders, politisi Yahudi AS, adalah yang pertama mengecam tindakan Israel yang menurutnya kelewat batas dalam menanggapi demonstrasi Hari Tanah Palestina.

Sanders adalah politisi AS pertama yang mengomentari kekejaman Israel secara publik melalui akun Twitternya. Pada Sabtu (31/3/2018), Sanders mengatakan demonstrasi adalah hak semua orang, termasuk juga rakyat Gaza di Palestina.

“Pembunuhan para demonstran Palestina oleh militer Israel di Gaza sangat tragis. Hak semua orang untuk protes demi masa depan yang lebih baik tanpa direspons dengan kekerasan,” kata Sanders.

Dia juga mengomentari soal penderitaan rakyat Gaza yang diblokade Israel sejak satu dekade lalu. Senator independen dari Vermont ini menyerukan AS untuk bertindak.

“Sementara itu, situasi di Gaza masih merupakan bencana kemanusiaan. AS harus memainkan peran positif untuk menghentikan blokade Gaza dan membantu rakyat Palestina dan Israel membangun masa depan yang bermanfaat bagi semua,” lanjut dia.

Sedikitnya 17 warga Gaza tewas ditembak tentara Israel dan 1.400 lainnya terluka dalam aksi Hari Tanah Palestina yang dimulai sejak Jumat pekan lalu. Hingga enam pekan ke depan, bertepatan dengan hari Nakba 15 Mei, puluhan ribu warga Gaza akan berkemah dekat perbatasan Israel, menuntut hak mereka.

Dalam wawancara dengan CNN pada Minggu (1/4), Sanders mengatakan respons Israel terlalu berlebihan dalam menangani demonstran. Kekerasan seharusnya tidak perlu dilakukan.

“Dari pemahaman saya, ada puluhan ribu orang yang melakukan protes tanpa kekerasan. Saya kira sekarang ada 15 hingga 20 orang, Palestina, yang terbunuh, dan banyak sekali yang terluka,” kata Sanders kepada CNN.

“Saya kira ini situasi yang sulit, tapi menurut penilaian saya, Israel berlebihan menanggapinya,” lanjut dia lagi.

Sanders yang pernah menjadi penantang Hillary Clinton dalam Pemilu Presiden 2016 memang dikenal pengkritik Israel. Lahir dari pasangan Yahudi di Brooklyn 76 tahun lalu, Sanders pada 2015 melontarkan kecaman yang sama terhadap Israel yang menyerang Gaza.

Saat itu, dia mengatakan AS harus membantu meningkatkan standar hidup warga Palestina yang saat ini sangat terpuruk, bahkan memburuk sejak perang di Gaza.

“Saya percaya solusi dua-negara, ketika Israel aman dan Palestina punya negara sendiri,” kata Bernie saat itu.(tri)