Tuesday, 16 October 2018

Jadi PIL Kok Malah Ngaku Akhirnya ya Diketok Palu

Selasa, 3 April 2018 — 6:50 WIB
ketok

MUNGKIN Afianto, 32, lelaki sangat jujur dan suka berterus terang. Sudah jelas-jelas jadi PIL-nya Nurul, 28, eh….malah mengaku apa adanya pada Hilmi, 28, suami Nurul. Tentu saja Hilmi tersinggung. Disabari malah makin nekat, sehingga teman kerja di pabrik mie di Gresik itu langsung digetok palu sampai kritis.

Orang jujur kini semakin langka, lebih banyak yang tidak jujurnya. Maka ketika mereka jadi pejabat dan politisi, banyak yang diudak-udak KPK. Sebab di era gombalisasi ini semakin banyak orang tidak jujur menguasai eksekutif dan legislatif. Gara-gara ketidakjujurannya, banyak pula yang kemudian mengidap penyakit THT. Banyak temannya terkena kasus, tidak dengar dan ikut bermain pula. Akhirnya mereka ini memperpanjang jumlah tawanan KPK.

Afianto warga Babat Lamongan, agaknya ingin memperkecil jumlah orang tidak jujur. Dia mencoba jadi pelopornya. Saking jujurnya dia, sampai-sampai dia berani berterus terang pada Hilmi teman sekerjanya di pabrik mie, bahwa dirinya sangat mencintai istri Hilmi. Karena awalnya dianggap “cah kenthir”, omongan ngaco Afianto hanya dianggap angin lalu.

Tapi itu ternyata serius. Sekitar sebulan lalu Afianto mampir ke rumah Hilmi. Begitu ketemu Hilmi di pintu, langsung saja ngablak, “Aku sangat mencintai istrimu.” Hilmi masih mencoba bersabar dan mengalihkan pembicaraan. Tapi tetap saja Afianto bercerita ke hal yang sama, bahkan bertanya, “Bolehkah istrimu saya minta?”

Memangnya Prabu Puntadewa wayang kulit, apa? Istri diminta orang diberikan dengan tulus ikhlas? Untuk tidak terjadi pertengakar, Hilmi akhirnya mengusir tamunya untuk segera pulang. Dia menduga, Afianto ini kebanyakan micin atau kurang piknik menurut istilah sekarang.

Sepulang Afianto, Hilmi jadi penasaran dan menginterogasi istrinya. Akhirnya karena terdesak Nurul pun mengaku bahwa sudah sebulan ini dia pacaran dengan Afianto. Sejauh mana pacaran itu? “Alah, ya hanya ciuman dan pegang-pegang saja mas.” Kata Nurul terbata-bata.

Sejak itu cinta Hilmi langsung rontok, dan istrinya dipulangkan kepada orangtuanya. Tapi sementara dia menenangkan diri, eh di pabrik Afianto terus menagih, kapan bininya siap diceraikan? Afianto bahkan mengaku bahwa sudah lama berhubungan dengan Nurul dengan segala aktivitasnya.

Emosi Hilmi jadi tak terkendali lagi. Kebetulan di situ ada palu tergeletak, lansung saja disambar dan diayunkan ke kepala Afianto berkali-kali: pletak, pletak, pletak! Kontan perayu bini orang itu jatuh mandi darah. Karyawan pabrik mie itu ramai-ramai dilarikan ke rumah sakit, sedangkan Hilmi diserahkan ke polisi.

Palu kan buat nggetok paku, bukan nggetok kepala orang. (JPNN/Gunarso TS)