Sunday, 23 September 2018

Warga Ingin Bandara Bali Utara Dibangun di Laut

Selasa, 3 April 2018 — 8:56 WIB
Bandara Ngurah Rai Bali. (ist)

Bandara Ngurah Rai Bali. (ist)

JAKARTA – Banyaknya wisatawan asing maupun domestik yang berkunjung ke Bali membuat Pemprov setempat menyiapkan pembangunan Bandara Bali Utara (Balut). Masyarakat Bali menginginkan agar pembangunan Bandara Balut dilaksanakan di kawasan laut dan bukan daratan seperti yang disuarakan satu pejabat.

Keinginan masyarakat Bali agar Bandara Balut dibangun di laut ini ditegaskan Gubernur Bali Made Mangku Pastika melalui suratnya tertanggal 16 Oktober 2017 yang ditujukan kepada Presiden Joko Widodo perihal penetapan lokasi bandara. Made Mangku Pastika menjelaskan secara gamblang alasan kenapa Bandara Balut harus dibangun di laut.

Dijelaskannya, dalam menentukan lokasi Bandara Balut, pihaknya telah menyerap aspirasi masyarakat. “Pertimbangannya tidak menggusur lahan produktif dan masyarakat setempat. Tidak menggeser pura dan situs sejarah,” kata Mangku Pastika.

Dengan pertimbangan itu, Made Mangku menyebutkan pilihan terbaik membangun Bandara Balut adalah di wilayah laut atau tepi pantai Kabupaten Buleleng. Melalui Menteri Sekretaris Negara Pratikno tertanggal 6 November 2017, Presiden Jokowi menjelaskan bahwa persoalan penetapan lokasi pembangunan Bandara Balut telah ditugaskan kepada Menteri Perhubungan, bukan Menko Bidang Kemaritiman.

Untuk mempertegas masalah tersebut, di tanggal yang sama Mensesneg Pratikno mengirimkan surat kepada Menteri Perhubungan Budi Karya.

Sementara, Director PT Bandara Internasional Bali Utara (PT BIBU) Panji Sakti I Made mengatakan rencana pembangunan Bandara Balut akan dilakukan di atas laut atau kawasan pantai Kutambahan, Bali Utara.

“Sangat sulit untuk direalisasikan di darat. Kalau mahal, ya lebih mahal di laut karena kita membuat lahan baru. Tetapi kalau dilihat lagi ke prosesnya, kita buat di atas laut bisa langsung, karena kita buat lahan,” ujar Panji, Selasa (3/4/2018).
(tiyo/sir)