Wednesday, 14 November 2018

Hingga Maret, Serapan Anggaran Pemprov DKI Baru 8,23 Persen

Rabu, 4 April 2018 — 15:15 WIB
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. (Cw2)

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. (Cw2)

JAKARTA – Penyerapan anggaran Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta masih belum mencapai target.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan, sampai dengan akhir Maret kemarin, anggaran yang diserap baru 8,23% dari APBD DKI Jakarta sebesar Rp. 77,1 triliun.

“Penyerapan sampai dengan akhir Maret 8,23%.  Ini   lebih tinggi dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu sebesar 7,65%,” ujar Anies di gedung DPRD DKI Jakarta, Jakarta Pusat, Rabu (4/4/2018).

Ia menambahkan, rapat khusus mengenai penyerapan anggaran ini telah dilakukan bersama dengan semua satuan kerja perangkat daerah (SKPD).

SKPD diminta untuk menunjukkan serapan anggaran yang ada. Serapan anggaran terendah, kata Anies, diduduki oleh sumber daya air Pemprov DKI Jakarta (SDA).

Lebih lanjut ia mengatakan, agar penyerapan anggaran yang rendah ini dapat disiasati, maka kegiatan-kegiatan pengadaan tanah terkait SDA harus menggunakan transaksi non tunai. Tidak boleh lagi menggunakan uang tunai. Menurutnya, sekarang dalam periode penyesuaian dari transaksi tunai ke non tunai tersebut.

“Tapi faktor-faktor lain juga akan diperiksa. Lalu ke depan kita akan tegaskan bahwa setiap dua minggu sekali di Senin gasal ada laporan tentang serapan,” tegasnya.

Anies membantah jika rendahnya serapan dari target dikarenakan ketakutan menggunakan anggaran.

“Kalau soal ketakutan harusnya dibandingkan dengan tahun lalu. Kalau tahun ini lebih rendah berarti ada perbedaan. Tapi nyatanya dibandingkan tahun lalu lebih tinggi,” serunya. (Cw2/tri)